Ibu Muda di Kajoran Juga Meninggal Tersambar Petir

BNews—KAJORAN—Seorang ibu muda  meninggal dunia setelah tersambar petir di lereng Gunung Sumbing Kecamatan Kajoran Senin siang (16/12). Korban diketahui saat menanam bibit pohon di hutan lindung Perhutani bersama rekan-rekannya.

Kapolsek Kajoran Iptu Edy Suryono membenarkan kejadian tersebut. “Benar kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 wib kemarin Senin 16 Desember 2019. Korban diketahui bernama Soli, 34 warga Dusun Gendol Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran,” katanya (17/12).

Disebutkanya, petugas mendapat keterangan dari saksi yakni rekan korban bernama Nursahid, 45 yang saat melihat korban bersama rekan-rekannya menanam pohon. Saat itu korban bersama warga menanam pohon di petak 1-10 milik Perhutani di Desa Sukomakmur.

“Sekitar pukul 10.30 wib hujan mulai turun disertai sambaran petir, Kemudian pengurus LMDH mengumpulkan para pekerja untuk istirahat dan makan siang, Namun setelah di cek kurang satu setelah dilakukan pencarian korban ditemukan sudah tergeletak meninggal dunia  diduga karena tersambar petir,“ paparnya.

Iptu Edy Suryono berserta anggota setelah mendapat laporan kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi dilakukan evakuasi dan oleh TKP ( Tempat Kejadian Perkara )

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN GRATIS DAN RINGAN (KLIK DISINI)

“ Dalam pelaksanaan olah TKP ditemukan ciri ciri korban seorang perempuan dengan memakai baju merah kotak,  memakai mantel abu, celana hitam. Sedangkan tinggi badan 155 cm dan kulit sawo matang,” ujarnya.

Loading...

Sementara ikut dalam evakuasi yakni petugas Medis dari  Puskesmas Kajoran Dr.Lina  yang melaksanakan Visum Et Revertum. “Dari hasil visum diperoleh keterangan bahwa  korban meninggal dunia karena tersambar petir. Hal ini dikuatkan dengan kondisi korban terdapat  luka bakar pada bagian leher dan luka lebam  dan lecet bagian dada sebelah kanan serta kondisi jenazah kaku,’ ungkapnya.

Dari hasil olah TKP dan hasil visum, Kapolsek Kajoran menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan suatu musibah. “Hal ini perlu diantisipasi oleh setiap orang agar lebih berhati hati apabila turun hujan disertai dengan petir. Alangkah baiknya jangan berteduh dibawah pohon, dan menghindari lahan lapang,” himbaunya.

Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan sesuai adat istiadat. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: