Indahnya Tembok di Pucungrejo Muntilan, Berhiaskan Mural Wayang Kulit yang Estetik dan Sarat Budaya

BNews—MUNTILAN— Kreativitas memang tak ada batasnya, berbagai cara bisa dilakukan untuk menuangkan ide kreatifnya. Salah satunya seperti yang dilakukan warga Dusun Karangwatu, Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Mereka memanfaatkan bagian tembok pada gang di daerah tersebut dan disulap menjadi mural bertema wayang kulit. Para warga itu menyalurkan kecintaan dalam dunia seni dan budaya dengan membuat mural di tembok sepanjang 43 meter dengan tema ‘Wisanggeni Lahir’.

”Kami kerjakan sekitar dua bulan lalu dan saat ini pengerjaannya sudah sekitar 95 persen. Ide muncul ketika saya diajak berkreasi dengan tembok sepanjang 43 meter, yang sekarang sudah dikerjakan itu (mural bertema ‘Wisanggeni Lahir’),” kata pemrakarsa mural, Yulius Iswanto, 48, pada Senin (4/5/2021).

Dia menjelaskan, lakon ini menceritakan proses kelahiran Wisanggeni yang diwarnai hasutan dan intrik. ”Pesan filosofinya biar tidak mudah terhasut dengan kabar-kabar yang belum tentu benar. Hoaks. Itu yang menyebarkan hoaks Betari Durga,” jelasnya.

Ketika memulai membuat mural bertema ‘Wisanggeni Lahir’, kata Iswanto, dia hanya memiliki dua kilogram cat tembok dan satu kaleng cat akrilik.

DPD PKS Magelang Ramadhan

”Sebenarnya awal tujuan saya ini, salah satunya untuk nguri-uri budaya wayang kulit. Ternyata yang kami lakukan ini diapresiasi dan disupport oleh warga sekitar,” ujar dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Iswanto kemudian berembuk dengan warga sekitar Jalan Karangwatu. Warga mengajukan proposal dana pegadaan cat ke Kelurahan Pucungrejo. Seluruh sket mural digambar oleh Iswanto. Pengecatan detil wayang dilakukan oleh warga secara sukarela.

”Karena antusiasme warga dan sejalan dengan kegiatan Desa Pucungrejo untuk menggalakkan destinasi wisata di dusun-dusun, maka pemerintah desa menyupport kita dengan dana. Guna pengadaan cat, kuas dan lain sebagainya,” papar Iswanto.

”Kemudian muncul ide yakni dusun kita ini dijadikan dusun mural. Yang mana targetnya nanti setiap tembok di pinggir jalan akan ada mural bertema wayang kulit. Setelah kita survei, total tembok yang akan kita kerjakan itu sekitar 3000 meter persegi. Meliputi Karangwatu Tengah, utara dan selatan,” sambungnya.

Iswanto pun berharap dusunnya tersebut nantinya bisa dikenal sebagai dusun ‘Mural Wayang Kulit’. ”Kami berharap, ini bisa menjadi destinasi wisata dan dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: