Indikasi Suap dalam Kasus Mafia Tanah Kas Desa Menyeret Lurah Maguwoharjo

BNews-JOGJA- Lurah Maguwoharjo, Kasidi Ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY atas Dugaan Tindak Pidana Mafia Tanah Kas Desa. Pihak Kejati DIY memiliki setidaknya dua bukti yang mengaitkan Kasidi dengan kasus ini.

Muhammad Anshar Wahyuddin, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY, menjelaskan bahwa kasus mafia tanah kas desa yang melibatkan Lurah Maguwoharjo ini berawal pada tahun 2022.

“Pada periode tahun 2022 hingga 2023, terjadi penggunaan tanah kas desa tanpa izin. Tindakan tersebut dilegalkan oleh tersangka KD selaku Lurah Maguwoharjo,” ungkapnya pada hari Kamis (2/11/2023).

Penggunaan tanah kas desa tanpa izin dari Gubernur DIY dilakukan oleh PT. Indonesia Internasional Capital dan PT. Komando Bayangkara Nusantara.

Direktur dari kedua perusahaan ini adalah Robinson Saalino, yang juga telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja; karena menggunakan tanah kas desa di Caturtunggal, Depok, Sleman.

Anshar Wahyuddin dari Kejati DIY menjelaskan bahwa ada indikasi penerimaan suap yang diterima oleh Lurah Maguwoharjo, Kasidi; terkait pembiaran penggunaan tanah kas desa oleh Robinson Saalino.

“Ada indikasi gratifikasi yang masih kami sedang kami dalami,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saat ini, Kasidi sedang menjalani penahanan di dalam kota selama 20 hari terhitung sejak hari ini (2/10/2023) hingga 22 November mendatang.

Kejati DIY melakukan penahanan dalam kota terhadap Lurah Maguwoharjo ini dikarenakan kondisi kesehatan yang buruk.

“Kasidi, tersangka KD, berdasarkan surat keterangan dari Rumah Sakit Wirosaban, memiliki kendala kesehatan dimana dialah harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Oleh karena itu, saat ini kami tidak bisa memperlihatkan dirinya dalam jumpa pers karena sedang lemas di ruang Kejati lantai 2,” jelas Anshar. (*/harianjogja)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!