Ini Firasat Bagas dan Keluarga Sebelum Jadi Korban Tewas Pengeroyokan di Magelang

BNews—MAGELANG Gabriella Lady Octaverina, 22, tak pernah menyangka sang suami, Bagas Himawan, pergi untuk selama-lamanya dalam usia yang masih sangat muda. Pria 23 tahun itu tewas dengan cara tragis usai dianiaya 12 orang karena dituduh mencuri satu bagor bawang putih.

Kepada Borobudur News, Lady mengaku sudah merasakan firasat buruk sejak hari Rabu sore (3/6). Atau beberapa jam sebelum insiden penganiayaan atas suami yang berujung kematian itu terjadi.

”Iya, Ada firasat. Sore itu saya enggak enak badan. Nggak enak hawane (perasaannya). Nggak seneng gitu, Mas,” katanya saat ditemui di kediaman keluarganya daerah Kampung Tidar Krajan, Magelang Selatan, Rabu (8/7).

Ternyata, firasat tak mengenakkan juga dialami sang suami, waktu itu. Kepadanya, Bagas bercerita jika baru saja kejatuhan cicak dan mendarat di tangan sebelah kiri saat di rumah Kalinegoro, Mertoyudan. Karena kasihan, cicak tersebut tidak dibunuh, melainkan dibuang. Dibiarkan hidup.

”’Aku kok ketiban cicak gede, yo’ (Aku kok kejatuhan cicak, ya). ’Cicake wes dipateni durung? Jarene nek ketiban cicak ki sial’ (Cicaknya sudah dibunuh belum? Katanya kalau kejatuhan cicak itu bernasib sial),” kata dia menirukan percakapan keduanya sore itu.

Spontan Lady menanyakan kepada Bagas apakah sedang memiliki masalah dengan orang lain. Sang suami menjawab tidak memiliki masalah dengan siapapun.

”Ora lah, tenang wae. Aku ki ora nduwe masalah opo-opo. (Tidak, tenang saja. Aku tidak punya masalah apa-apa),” jelasnya menyalin jawaban Bagas.

Loading...

Sore itu juga, keduanya kemudian berangkat dari Kalinegoro ke warung internet (warnet) di Kampung Juritan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah. Bagas diketahui bekerja sebagai operator warnet dan mendapat sif jaga pukul 21.00-09.00 WIB.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Lewat tengah malam, tepatnya hari Kamis (4/6) sekitar pukul 00.30 WIB, segerombolan orang yang mengendarai sepeda motor masuk ke warnet. Mereka berniat mencari orang bernama Bagas. Lantaran tidak mengenal, salah satu pelaku bertanya kepada salah satu pelanggan warnet, Budi, untuk menunjukkan orang yang dimaksud.

”Satu orang pelaku langsung memukul mata kanan. Setelah itu disuruh lepas baju dan dibawa paksa pergi mengendarai motor. Satu motor bonceng tiga. Suami saya duduk posisi ndodok (jongkok) di depan,” terangnya.

Saat itu, Lady yang menyaksikan dengan mata kepala pemukulan dan penculikan itu berusaha mengejar dibantu Budi. Namun ia kehilangan jejak. Akhirnya ia kembali ke warnet sambil menunggu kabar sang suami. Sambil berdoa agar suami kembali dalam keadaan baik-baik saja.

”Paginya saya mendapat kabar kalau suami sudah di IGD RSUD Tidar sudah penuh luka. Saya lihat kondisinya koma. Kata perawat ada pendarahan hebat di otak. Otaknya sudah hancur,” terangnya.

Enam hari dirawat koma di rumah sakit, nyawa Bagas tidak terselamatkan. Ia akhirnya meninggal dunia hari Selasa (9/6). Dan dimakamkan Rabu (10/6) di makam keluarga Depok, Kecamatan Tegalrejo.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pascainsiden penganiayaan berujung kematian, Kepolisian Resor Magelang Kota langsung mengamankan sekitar 18 orang pelaku dan saksi.

Kemudian mengerucut dan menetapkan 12 orang tersangka. Sembilan berhasil diamankan, sementara tiga lainnya ditetapkan sebagai buron.

”Masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka Daftar Pencarian Orang (DPO) ini kami harapkan untuk menginformasikan kepada petugas kepolisian,” tegas Ajun Komisaris Besar Polisi Nugroho Ari Setyawan, Senin (6/7). (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: