Ini Pengakuan Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar di Mungkid

0
7722
MIRIS : Salah satu pelaku pembacok, Kuman saat mempraktekkan cara menyembuyikan senjata tajam saat hendak melakukan tawuran. Dan senjata itulah yang digunakan untuk membacok korban (1/2)--(Foto--bsn)
MIRIS : Salah satu pelaku pembacok, Kuman saat mempraktekkan cara menyembuyikan senjata tajam saat hendak melakukan tawuran. Dan senjata itulah yang digunakan untuk membacok korban (1/2)--(Foto--bsn)

BNews—MUNGKID— Pelaku tawuran antara SMK Swasta dari Kota Magelang dan SMK Swasta dari Kecamatan Salam Kabupaten Magelang ini ternyata sudah direncanakan. Tawuran yang terjadi akhir Januari 2019 di daerah Jetak Kecamatan Mungkid ini mengakibatkan satu pelajar tewas (31/1).

Tiga pelaku pembacokan berhasil diamankan Polres Magelang yakni N alias peyek, 17 warga Grabag, LR alias Kuman , 19 warga Mertoyudan dan IP alias Temon, 19 warga Kaliangkrik. Ketiganya merupakan pelajar swasta dari SK Swasta di Kota Magelang.

Dari pengakuan salah satu tersangka IP alias Temon pelajar berumur 19 tahun yang sedang duduk di bangku kelas XII ini mengatakan bahwa ikut tawuran karena hanya ikut-ikutan saja. “Saya hanya ikut-ikutan teman-teman saya saja,” katanya saat diwawancari awak media di Mako Polres Magelang kemarin (1/2).

Ditanya alasan atau penyebab tawuran tersebut, diakui oleh IP tidak tahu. “Saya tidak tahu alasannya, untuk sejata tajam sudah ada yang menyediakan salah satu teman kami,” imbuhnya.

Senada disampaikan pelaku lainnya LR alias Kuman bahwa senjata tajam tersebut sudah disediakan oleh teman sekolah berinisial E. “Saat mau berangkat senjata sudah disediakan tinggal kita bawa, untuk berangkat tidak secara bersamaan,” ungkapnya.

Ditanya terkait saat tawuran mereka mengaku sudah kalap mata tidak tahu apa yang dirasakan atau pikirkan. “Sudah tidak tahu apa-apa, mungkin karena emosi,” ujar Kuman.

Diakui juga oleh Kuman dirinya yang membacok korban yang meninggal dunia. “Saat itu pada lari, dan si korban sudah jatuh tersungkur kemudian saya bacok bagian punggung belakang dan menginjak-injak korban,” paparnya sambil menunjukan senjata tajam berupa bendo (Seperti pedang tapi berujung bengkok seperti clurit).

Sebelumnya diketahui korban meninggal dunia merupakan pelajar dari SMK Swasta di Salam yakni N.Aziz, 17 warga Dusun Jarean Desa Salam Kecamatan Salam. Disampaikan juga oleh Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho bahwa korban menderita luka bacok di punggung tembus dan dada yang tembus ke paru-paru dan jantung.

“Korban kita ketahui meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum kami evakuasi ke RSUD Muntilan,” ungkap Kapolres.

“Sebenarnya senjata tajam yang digunakan ini kebanyankan bekas, karena banyak yang tidak tajam dan penuh kerak besi. Namun jika digunakan tetap berbahaya dan jika membacok tetap bisa,” imbuhnya.

Kapolres juga menambahkan bahwa dua dari tiga pelaku ini yakni, IP alias Temon dan LR alias Kuman dulu pernah berurusan juga dengan polisi karena kasus penganiayaan. “Mereka berdua ini residivis, dulu pernah tersangkut masalah hukum juga kasus penganiayaan,” tambahnya.

Sementara tersangka N alias Peyek yang masih berusia 17 tahun ini nanti akan kena pasal khusus tersendiri yakni UU Perlidungan Anak juga.”Untuk kedua pelaku Temon dan Kuman ini sudah masuk katagori dewasa, maka UU penganiayaan yang menyebabkan kematian akan dijeratkan dengan ancaman hukuman maksiaml 15 tahun,” pungkasnya. (bsn)

KLIK : KUMPULAN BERITA TAWURAN PELAJAR MAGELANG

VIDEO PARA PELAKU PEMBACOKAN TAWURAN PELAJAR MUNGKID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here