Ini Penjelasan Arkeolog Soal Uang Koin Bergambar VOC di Tempuran
- calendar_month Kam, 18 Jan 2018

DITELITI : Koin bergambar VOC yang ditemukan di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang terus dikaji oleh arkeolog. (foto : istimewa)
BNews—BOROBUDUR— Sejumlah arkelog mulai meneliti temuan uang koin bergambar VOC yang ditemukan warga di Ringinanom Kecamatan Tempuran. Diduga uang itu sudah ada sejak Belanda mulai memugar Candi Borobudur.
Arkeolog BKB Winda Diah Puspita Rini mengatakan pihaknya telah diberikan ijin oleh penemu uang tersebut untuk diteliti. “Dilihat tahunnya, uang koin ini sudah ada sebelum Gubernur Jenderal Inggris Raya, Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi Borobudur pada 1814,” katanya.
Hasil penelitian awal, kata dia, diketahui sampel koin berasal dari 44 angka tahun yang berbeda, mulai tahun 1740-1800an. Sampel koin memperlihatkan setidaknya 4 gambar yang berbeda di setiap sisi.
Satu sisi bergambar lambang VOC, sedangkan sisi lainnya bergambar lambang seperti seekor singa berdiri, kemudian ada lambang sebuah provinsi di Belanda yang diduga adalah tempat uang koin itu dicetak, antara lain Holland, Ultrech, West Friesland, Zealand, dan Gerderland.
Kemudian dari hasil kajian literatur, koin tersebut bernilai 1/2 doit sampai 1 doit.
Doit adalah satuan terkecil mata uang Belanda pada abad ke-14. Tim arkeolog menduga koin tersebut merupakan alat transaksi jual beli pada masa VOC.
Tidak hanya sampel koin yang diteliti, sampel tanah yang semula menggumpal dengan koin itu juga diteliti. Biasanya sampel tanah bisa memberikan petunjuk jenis vegetasi yang hidup pada masa lampau di kawasan penemuan koin tersebut.
Untuk diketahui, lokasi penemuan uang koin bergmbar VOC itu berjarak sekitar 4 sampai 5 kilometer dari Candi Borobudur. Warga setempat kerap menemukan benda bersejarah seperti batu-bata kuno berukuran besar dan tebal. Hanya saja warga sering membiarkan atau sekedar menyingkirkan penemuan itu tanpa memberitahu pihak berwenang. (bn1/bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 1





Saat ini belum ada komentar