Ini Penjelasan Bupati Terkait Penyelesaian Pasar Muntilan

BNews–MUNTILAN– Pasar Muntilan masih dalam proses pembangunan saat berjalan hampir 8 bulan. Direncanakan Desember tahun ini akan terselesaikan.


Hal ini disampaikan PJ Bupati Magelang, Tavip Supriyanton saat meninjau proses pembangunan bersama Forkompinda dan Dinas terkait siang ini (8/3).”Akhir tahun ini direncanakan selesai, semoga tidak ada hambatan sehingga molor,” katanya saat diwawancarai BorobudurNews.



“Sejauh ini dilihat proses pembangunan berjalan sesuai tahapan dan kondisi bangunan juga bagus, meskipun hambatan akhir-akhir ini kepada faktor cuaca yang sering terjadi hujan,” imbuhnya.


Loading...


Sebelumnya rombongan ini juga meninjau proyek pembangunan RSUD Magelang di Blondo, Mungkid, Magelang. Sama seperti halnya pasar Muntilan, proyek RSUD ini dijadwalkan juga akan selesai pada akhir tahun ini.



“Pembangunan RSUD juga berjalan lancar dan sesuai, akhir tahun ini direncanakan selesai meskipun hambatan sama pada faktor cuaca,” papar Tavip.



“Saya harapkan proges positif dalam pembangunan ini terus dijaga dengan adanya proses evaluasi terus menerus oleh pelaksana maupun konsulta, sehingga jika ada kendala-kendala bisa langsung tertangani dan akan selesai sesuai rencana,” harapnya.



“Semoga tidak ada masalah dan segera dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan pelayanan,” pungkasnya.(bsn)

2 Comments
  1. Rakyat kecil says

    Masa menjelang pilkada tentunya tak lepas dari masa — masa kampanye, masa — masa dimana setiap calon akan mengucapkan janji termanisnya di depan para calon pemilih. Janji-janji yang kadang malah tidak masuk akal kalau dipikirkan, karena terlalu muluk — muluk.

    Yang menjadi sedikit pertanyaan adalah bagaimana dengan para petahana, apakah mereka memang harus berkampanye lagi?

    Harus mengambil cuti panjang untuk sekedar kampanye?

    Bahkan ada juga sampai mendirikan baliho besar dimana — mana untuk sekedar mengenalkan diri?

    yang perlu dicermati lebih dalam, kalau ada petahana yang begitu royal untuk berkampanye di daerahnya. Setidaknya ada 2 hal :

    1. Selama memimpin tidak dekat dengan rakyat.

    Seorang pemimpin itu seyogyanya dekat dengan rakyat yang dipimpin, tahu permasalahan mendasar yang ada di dalam masyarakat, mengerti kebutuhan rakyatnya.

    Kalau pemimpin yang saat kampanye baru sibuk turun kemana — mana baru mendekatkan diri kepada rakyat, itu berarti selama dia mempimpin pada periode pertama rakyat hanya di jadikan pelengkap penderita, bukan sebagai subyek yang benar — benar harus dilayani.

    2. Tidak ada prestasi yang membanggakan selama memimpin.

    Pemimpin daerah yang baik tentunya akan meninggalkan sesuatu prestasi yang baik.

    Prestasi itu bisa dalam berbagai bentuk, yang pada intinya bahwa rakyat merasa bahwa pemimpin itu telah bekerja sedemikian rupa memajukan rakyatnya.

    Tetapi apabila pemimpin tersebut tidak ada sesuatu yang dibanggakan, tidak bisa membangun SDM, tidak bisa membangun system, Infrastruktur juga amburadul, maka wajar saja pemimpin type begini akan berusaha menutupi kekurangannya dengan janji — janji manis, kalau saya terpilih lagi saya akan…bla…bla… dan bla… kadang juga strategi dengan menggantung proyek — proyek yang tidak diselesaikan secara keseluruhan dengan harapan rakyat termakan omongan bahwa dia akan menuntaskan kalau terpilih lagi.

    Tetapi kalau sebaliknya yang mereka lakukan selama 5 tahun terakhir mengecewakan, ya pemandangan seperti pemasangan baliho dimana — mana, pawai kendaraan keliling kota, buat selebaran, temu warga, blusukan sana — sini. Menjadi pemandangan yang agak menggelikan.

    Bayangkan saja selama lima tahun mereka kemana dan ngapain saja?

    Kiranya bagi masyarakat dimana petahannya akan maju lagi, lihat baik — baik, track recordnya selama memimpin,
    apakah memang telah bekerja dengan baik?

    Lihat juga bagaimana dia berkampanye apakah sangat berambisi atau biasa — biasa saja?

    Cermati mereka yang keliatannya sangat berambisi dan menebar janji manis di mana — mana karena sejatinya mereka bukan lagi berjanji tetapi sudah menetapi janji tersebut.

  2. Rakyat kecil says

    Bila Petahana mencalonkan diri kembali ,menurut saya tidak perlu jor-joran dalam berkampanye , Asalkan Ketika dia memimpin selama 5 Tahun yang lampau memiliki Prestasi Prestasi yang Membanggakan yang mampu mendorong perekonomian yang lebih maju,dsb serta Yang Deket dengan Rakyatnya, terjun langsung ke masyarakat namun bila :
    1. Selama memimpin tidak dekat dengan rakyat.

    Seorang pemimpin itu seyogyanya dekat dengan rakyat yang dipimpin, tahu permasalahan mendasar yang ada di dalam masyarakat, mengerti kebutuhan rakyatnya. Kalau pemimpin yang saat kampanye baru sibuk turun kemana — mana baru mendekatkan diri kepada rakyat, itu berarti selama dia mempimpin pada periode pertama rakyat hanya di jadikan pelengkap penderita, bukan sebagai subyek yang benar — benar harus dilayani.

    2. Tidak ada prestasi yang membanggakan selama memimpin.

    Pemimpin daerah yang baik tentunya akan meninggalkan sesuatu prestasi yang baik. Prestasi itu bisa dalam berbagai bentuk, yang pada intinya bahwa rakyat merasa bahwa pemimpin itu telah bekerja sedemikian rupa memajukan rakyatnya.
    Tetapi apabila pemimpin tersebut tidak ada sesuatu yang dibanggakan, tidak bisa membangun SDM, tidak bisa membangun system, Infrastruktur juga amburadul, maka wajar saja pemimpin type begini akan berusaha menutupi kekurangannya dengan janji — janji manis, kalau saya terpilih lagi saya akan…bla…bla… dan bla… kadang juga strategi dengan menggantung proyek — proyek yang tidak diselesaikan secara keseluruhan dengan harapan rakyat termakan omongan bahwa dia akan menuntaskan kalau terpilih lagi.

    Tetapi kalau sebaliknya yang mereka lakukan selama 5 tahun terakhir, ya pemandangan seperti pemasangan baliho dimana — mana, pawai kendaraan keliling kota, buat selebaran, temu warga, blusukan sana — sini. Menjadi pemandangan yang agak menggelikan. Bayangkan saja selama lima tahun mereka kemana dan ngapain saja?

    Teringat dulu ada seorang petahana yang dengan percaya diri nya malah tidak mau ambil cuti kampanye, dan lebih mementingkan pelayanan masyarakat. Tetapi karena sudah peraturan dan juga untuk kesetaraan maka mau tidak mau cuti itu diambil.

    Kiranya bagi masyarakat dimana petahannya akan maju lagi, lihat baik — baik, track recordnya selama memimpin, apakah memang telah bekerja dengan baik? Lihat juga bagaimana dia berkampanye apakah sangat berambisi atau biasa — biasa saja? Cermati mereka yang keliatannya sangat berambisi dan menebar janji manis di mana — mana karena sejatinya mereka bukan lagi berjanji tetapi sudah menetapi janji tersebut.

    Selamat Mencoblos !!!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: