Ini Sejarah Fenomena Om Tololet Om

BNews–MAGELANG– Fenomena hiburan yang menggambarkan interaksi sopir bus dan masyarakat berupa om tololet om menjadi tranding topic dunia. Banyak yang belum tahu asal muasal keunikan ini.
       Bismania Community Zaenal Arifin mengatakan bunyi klakson tololet sebenarnya sudah cukup lama didengar. Bahkan sudah satu dekade silam atau sepuluh tahun lalu. Dimana, klakson ini pertama kali dipasang di perusahaan otobus (PO) efisieeni.
       Seperti dilansir dari beberapa laman, Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.
“Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto – Jogja, dan Purbalingga – Jogja.”
      Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.
       “Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong
       Satria, 23, warga Mungkid mengaku dalam beberapa hari terakhir dia dan rekan-rekannya berburu video om tololet om di kawasan Borobudur. Menurutnya, kegembiraan ini murah dan sangat menghibur. ” Apalagi anak-anak kecil. Kebetulan sekarang kan musim liburan,” paparnya.
 Dia mengaku tidak hanya berburu di satu lokasi saja. Kadang di Borobudur kadang di Mungkid bahkan sampai Muntilan. Baginya bahagia itu sederhana. (bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: