Inovasi Produk Di Kampung Kerupuk Candimulyo Oleh Mahasiswa UNIMMA

BNews–MAGELANG-– Sudah beberapa bulan ini masyarakat Indonesia telah di serang oleh suatu wabah penyakit  virus corona atau biasa di sebuat covid-19. dimana virus ini sangat berbahaya karena sangan mudah sekali menyebar.

Dampak dari virus ini sangatlah besar dan sangat merugikan masyarakat terutama di bidang perekonomian. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) merupakan salah satu dari banyak pihak yang merasakan dampak negatif dari wabah COVID-19. Sektor UMKM Indonesia kian resah karena semakin lama omzet yang dihasilkan makin menurun. 

Untuk itu pada hari Rabu tanggal 30 September 2020 tim PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) Periode 2 dari Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan kegiatan. Tentunya terjun di tengah Masyarakat sebagai salah satu tuka mata kuliah.

Pengabdian di Masa Pandemi ini dilakukan untuk membantu UMKM tetap bertahan. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian kepada pelaku UMKM yang terkena dampak dari COVID 19.

Dimana pengabdian UMKM kali ini di ketuai dan dibimbing oleh Dosen UNIMMA yaitu Anissa Hakim Purwantini, S.E.,M.Sc dan anggota dari mahasiswa. Mereka dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIMMA.

Mahasinya tersebut terdiri dari Reza Dea Amalia, Adelia Kasmawati, Ajeng Sekar Kinasih, Nurdian Novitasari, Rahma Sarita. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Dusun Kadi Gunung, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Dusun Kadi Gunung dikenal sebagai sentra Kerupuk Tahu di Kabupaten Magelang. Dan diketahui sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pembuat krupuk tahu.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Hal ini didukung oleh kondisi geografis dusun tersebut yang dekat dengan sumber mata air Kanoman dan sungai Elo.  

Tim PPMT ini memiliki beberapa progam kerja yang bertujuan agar UMKM dapat bertahan dalam masa pandemic ini dan bisa mengembangkan usahanya. Salah satu progam kerja dari kegiatan ini adalah melakukan pemasaran produk dengan memanfaatkan media social.

“Ya kita memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Whats Ap serta melakukan strategi pemasaran diversifikasi produk,” ungkap Ketua Kelompok PPMT ; Anissa Hakim Purwantini.

Menurutnya, Produksi di lokasi tersebut semula hanya krupuk tahu rasa original dan dengan kemasan 2 kiloan saja. “Kami memberikan pelatiahan dengan adanya diversifikasi produk. Dan sekarang terdapat produk baru berupa krupuk tahu berbagai rasa seperti rasa Keju,BBQ,Rumput Laut,Coklat,Pedas. Dan juga kemasannya menjadi lebih ekonomis karena bisa beli 1 ons,” paparnya. 

Kegiatan pengabdian mahasiswa dilakukan di UMKM Krupuk Tahu Sidodadi milik Edi dan UMKM krupuk tahu milik Imam Bintoro.

Program PPMT ini dilaksanakan dari bulan September sampai dengan bulan November. Kegiatan ini disambut positif oleh para pelaku UMKM karena selama masa pandemic ini penjualan krupuk tahu mereka sangat menurun.

Anissa berharap dengan adanya kegiatan pengabdian dari pihaknya, penjualan dari produk kerupuk tahu mereka akan kembali normal bahkan meningkat. “Tentunya ditambah lagi dengan adanya pemberian materi pemasaran melalui media social. Dan ini sangat membatu untuk memperluas pangsa pasar hingga keluar kota serta progam diversifikasi produk yang memberikan warna baru dari produk mereka,” pungkasnya. (ahg)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: