Investasi Magelang Tembus Rp1,098 Triliun, UMKM Diminta Masuk Rantai Pasok Industri
- calendar_month 5 menit yang lalu

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat memberikan arahan pada kegiatan Kolaborasi Kemitraan Strategis antara pelaku usaha besar dan UMKM di Kabupaten Magelang
BNews—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong investasi yang masuk ke daerah tidak hanya berorientasi pada penanaman modal dan penyerapan tenaga kerja. Pelaku usaha besar juga diminta membangun kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar investasi memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Kolaborasi dan Strategi Kemitraan Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menuju Ekonomi Inklusif di Kabupaten Magelang, yang digelar Rabu (16/9/2026) di Ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang.
Bupati Magelang Dorong UMKM Lengkapi Legalitas
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, Pemerintah Kabupaten Magelang terus berupaya memberikan kemudahan kepada pelaku usaha, termasuk dalam proses perizinan.
Fasilitasi tersebut terutama ditujukan bagi pelaku usaha yang baru memulai maupun sedang mengembangkan usahanya.
Menurutnya, legalitas menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki pelaku UMKM agar usahanya dapat berkembang sekaligus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan berskala lebih besar.
“UMKM yang sudah berjalan tetapi belum memiliki izin, kami dorong untuk melengkapi legalitasnya. Karena perusahaan besar biasanya mensyaratkan legalitas dari mitra usahanya,” katanya.
Ia menjelaskan, legalitas usaha juga diperlukan pelaku UMKM untuk mengakses berbagai kemudahan serta layanan yang disediakan pemerintah.
Karena itu, pelaku usaha diminta memastikan seluruh persyaratan perizinan telah dipenuhi sejak awal agar tidak menjadi kendala ketika ingin mengembangkan usaha maupun menjalin kemitraan.
Investasi Kabupaten Magelang Tembus Rp1,098 Triliun
Kepala DPMPTSP Kabupaten Magelang Budi Daryanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjembatani pelaku usaha besar dengan UMKM yang ada di Kabupaten Magelang.
“Harapannya terbentuk perkembangan ekonomi yang inklusif dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan serta pemerataan PDRB di seluruh wilayah Kabupaten Magelang,” katanya.
Menurut Budi, iklim investasi di Kabupaten Magelang menunjukkan perkembangan positif.
Pada 2025, realisasi investasi di Kabupaten Magelang tercatat mencapai Rp1,098 triliun. Angka tersebut melampaui target investasi yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni sekitar Rp1 triliun.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISNI (KLIK)
Sejumlah grup usaha tingkat regional maupun nasional juga tengah menjalankan kegiatan penanaman modal di Kabupaten Magelang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Magelang ingin memastikan investasi yang masuk memiliki keterkaitan lebih kuat dengan pelaku usaha lokal.
Dengan adanya kemitraan, manfaat investasi diharapkan tidak hanya dirasakan melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi perusahaan besar.
Sekitar 80 Pelaku Usaha Ikuti Forum
Kegiatan kolaborasi tersebut diikuti sekitar 80 pelaku usaha. Selain membahas strategi kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menjaring aspirasi dari dunia usaha.
Aspirasi yang dihimpun nantinya dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan, termasuk terkait pemberian insentif bagi pelaku usaha.
UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Industri
Sementara itu, Kaprodi Teknik Industri Universitas Muhamadiyah Magelang Oesman Raliby Al Manan menekankan pentingnya perubahan pola investasi agar manfaatnya tidak berhenti pada transaksi penanaman modal.
Menurutnya, selama ini terdapat pola investasi ketika investor masuk, menanamkan modal, merekrut tenaga kerja, kemudian menjalankan kegiatan usaha.
Namun, aktivitas ekonomi yang tercipta sering kali hanya berhenti pada hubungan antara perusahaan dengan tenaga kerja.
“Yang kita harapkan adalah investasi yang mendatang. Bagaimana investor bersama masyarakat, UMKM, dan usaha mikro kecil membangun ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menilai integrasi antara kebutuhan industri dengan potensi UMKM lokal menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu didorong.
Industri berskala besar, menurutnya, dapat menjadikan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok perusahaan.
“Jangan semata-mata mementingkan investasi. Ketika industri masuk, bagaimana UMKM kita bisa menjadi supplier-nya,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISNI (KLIK)
Pola kemitraan tersebut dinilai dapat membuat manfaat investasi lebih banyak berputar di daerah.
Dampaknya tidak hanya berupa penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membuka keterlibatan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan barang maupun jasa industri.
Pemkab Magelang Perkuat Kemitraan Usaha Besar dan UMKM
Forum tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kinerja penanaman modal daerah serta mempercepat pelaksanaan berusaha di Kabupaten Magelang.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat kemitraan antara usaha besar dan UMKM secara lebih terstruktur.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara pengusaha besar dan pelaku UMKM untuk bersinergi dalam membangun ekonomi yang inklusif di Kabupaten Magelang.
Dengan penguatan kemitraan tersebut, investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi UMKM lokal untuk masuk dalam rantai ekonomi dan rantai pasok industri di Kabupaten Magelang.
Kata kunci SEO: investasi Kabupaten Magelang, UMKM Magelang, Pemkab Magelang, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, DPMPTSP Kabupaten Magelang, kemitraan UMKM, investasi Magelang 2025, ekonomi inklusif Magelang.
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar