Istilah Telur Mata Sapi Memiliki Serapan Makna, ini Pejelasannya

BNews–NASIONAL– Biasanya masyarakat saat sarapan pagi akan sangat mudah dan cepat memasak telur ceplok. Ternyata istilah telur ceplok atau mata sapi ini mengandung beberapa serapan makna.

Telur mata sapi juga dikenal dengan telur ceplok. Istilah telur ceplok ini sebenarnya berasal dari bahasa Jawa. Ketika memecahkan telur menjadi dua dan menjatuhkan telur di atas penggorengan, maka akan terdengar bunyi ‘’ceplok’’.

Namun dalam bahasa Indonesia dan istilah umum lainnya, telur ceplok juga kerap disebut dengan telur mata sapi.

Arti Kata dari Istilah Bahasa Perancis

Melansir Kompas.com, Encyclopedia Britannica menjelaskan bahwa setiap negara memiliki sebutan untuk telur ceplok. Masyarakat Perancis sendiri menyebut telur ceplok dengan Œil de Boeu. Kemudian sebutan tersebut diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Bull’s Eye.

Sebutan Bull’s Eye itulah diartikan sebagai mata sapi secara harfiah. Namun, tidak sesederhana itu pada akhirnya pengertian tersebut diartikan sebagai mata sapi sesungguhnya.

Maksud dengan Bull’s Eye di sini adalah titik tengah lingkaran yang kerap dijadikan sasaran panah. Bulatan kuning telur dalam telur ceplok akhirnya dimaknai sebagai ‘’sasaran panah’’ atau titik kehidupan dari telur itu sendiri.

Loading...

Hanya saja orang Indonesia lebih banyak mengartikan telur mata sapi karena bentuk bulatan kuning telur yang sempurna seolah menggambarkan mata.

Lalu kalau kuning telurnya pecah, apakah masih disebut telur mata sapi?

Dalam standar tata boga perhotelan, sebenarnya ada beberapa teknik menggoreng telur yang nantinya terdapat pembagian jenis-jenis telur goreng yang berbeda.

Berikut yang Borobudurnews rangkum mengenai perbedaan teknik menggoreng telur.

Pertama, Over Hard Eggs. Ini mirip dengan telur mata sapi, hanya saja proses penggorengannya membuat seluruh bagian telur matang sempurna. Bahkan putih telurnya sengaja digoreng sampai teksturnya sedikit gosong.

Kedua, Over Medium Eggs. Cara penggorengannya tidak matang sempurna seperti over hard eggs. Ini karena ketika kita memecahkan kuning telurnya, maka akan terlihat tekstur keras di bagian luar kuning telur namun meleleh di tengahnya.

Ketiga, Over Easy Eggs atau dikenal dengan Runny. Secara sederhana kita lebih mudah mengartikannya dengan telur setengah matang. Teknik penggorengan ini sebisa mungkin mempertahankan agar kuning telur tidak mengeras. Namun telur tetap dibalik hanya sekali sehingga bentuk yang dihasilkan adalah putih telur di atas, kuning telur berada di bawah.

Keempat, Sunny Side Up. Teknik ini yang sering dilakukan untuk keperluan komersial sehingga memperlihatkan keindahan telur ceplok. Saat proses penggorengan, telur tidak dibalik untuk mempertahankan agar kuning telur masih berbentuk bulat sempurna dan tidak bercampur dengan putih telurnya.

Asal-Usul Nama Telur Dadar

Di dunia internasional telur dadar yang kita kenal selama ini lebih populer disebut dengan omelette. Dalam dunia perhotelan di Indonesia pun tidak dikenal proses pengolahan telur dadar, standar namanya adalah omelette.

Ada alasan dibalik penamaan telur dadar yang dilakukan orang Indonesia. Hal ini diungkap langsung oleh salah satu pegiat sejarah kuliner Indonesia, Wira Hardiyansyah, yang dikutip oleh Republika.

Wira menjelaskan bahwa penamaan telur dadar diambil dari cara pengolahan telur itu sendiri.

‘’Kalau istilah ‘dadar’ itu artinya lebar atau dilebarkan. Jadi, telurnya dikocok dulu baru digoreng melebar,’’ katanya.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dadar juga diartikan sebagai telur yang dikocok atau diaduk bersama bumbu seperti bawang, merica, garam, dan sebagainya. Kemudian digoreng dan dibentuk pipih melebar.

Fakta Menarik Lainnya Tentang Telur

Sedikitnya ada dua warna telur yang kita kenal, yaitu warna cokelat dan putih. Ternyata warna telur ini bisa diprediksi meski masih berada di dalam perut induk ayam. Caranya sangat sederhana yaitu dengan cara melihat warna daun telinga sang ayam.

Mengutip Detikcom, jika daun telinga induk ayam berwarna putih, maka kemungkinan besar telurnya juga akan berwarna putih. Sementara kalau daun telinga ayam berwarna merah atau cokelat, maka kemungkinan besar warna telur akan berwarna cokelat.

Di sisi lain, banyak orang yang percaya bahwa telur putih yang punya isian berwarna oranye memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan telur dengan isian berwarna kuning pada telur berwarna cokelat.

Faktanya, mengutip Kumparan, warna isian telur tidak memengaruhi jumlah nutrisi yang terkandung di dalamnya. Perbedaan warna yang bervariasi itu hanya karena jenis pakan yang dimakan si ayam.

Baik telur putih maupun telur cokelat, seluruh telur ayam mengandung vitamin, mineral, lemak, dan protein yang baik untuk kesehatan tubuh. (GNFI/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: