Rp7,4 Miliar Digelontorkan! Jembatan Krakitan Magelang Ditarget Rampung Oktober 2026
- calendar_month 40 menit yang lalu

Proyek Jembatan Krakitan Salam Magelang Dimulai, Telan Anggaran Rp7,4 Miliar
BNews-MAGELANG – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai melaksanakan proyek penggantian Jembatan Batang A atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Krakitan di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Proyek yang berada di jalur nasional penghubung Magelang–Yogyakarta tersebut menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Tengah, Jutika Aditya Nugraha, mengatakan proyek penggantian jembatan tersebut memiliki bentang sepanjang 18 meter dengan total panjang penanganan mencapai 350 meter.
“Jadi, kita berada sekarang di proyek penggantian Jembatan Batang A. Untuk proyek Jembatan Batang A ini memiliki target bentang 18 meter, dengan panjang penanganan 350 meter, dengan nilai kontrak 7,4 miliar dibiayai dari APBN tahun anggaran 2026,” kata Jutika Aditya Nugraha saat ditemui Borobudurnews.com di lokasi proyek, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, pekerjaan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta dengan target penyelesaian pada 26 Oktober 2026.
“Kami dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah D.I.E. melalui saya PPK 2.40 di Jawa Tengah, menargetkan penanganan penggantian Jembatan Batang A ini selesai di tanggal 26 Oktober 2026, dan mulai kontrak dari tanggal 29 April 2026,” ujarnya.
Jutika menjelaskan, sejak kontrak dimulai pada 29 April 2026 hingga awal Juni, pihaknya lebih dulu melakukan sejumlah tahapan persiapan sebelum pekerjaan utama dilakukan di lokasi jembatan.
Tahapan tersebut meliputi survei lapangan, pengecekan kesesuaian desain dengan kondisi eksisting, hingga koordinasi dengan instansi terkait; untuk pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Jadi, dalam administrasi kontrak itu dari tanggal 29 April sampai dengan tanggal 1 Juni, itu kami melakukan survei awal, kesesuaian terhadap desain; desain yang telah dirancangkan. Lalu, kami kemudian mengolah data itu sebut terhadap rilapangan. Setelah itu, kami berkoordinasi dengan pihak Satelantas Porresta Magelang; dan pihak Dishub, terkait dengan penutupan, terkait dengan penutupan lau lintas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan pekerjaan di bagian utama jembatan sempat menyesuaikan kondisi lalu lintas karena adanya sejumlah momentum libur panjang nasional, termasuk Hari Raya Waisak dan Iduladha.
“Karena kami kemarin terkendala dengan adanya libur panjang, long weekend, idul adha dan waisak, oleh karenanya dari pihak Satelantas dan dari Dishub; mengizinkan kami untuk penutup, penutup lau lintas per tanggal 1 Juni. Tapi sebelum itu kami sudah melakukan pekerjaan, tapi bukan di atas, bukan di sisi jembatannya, tapi di bawah. Seperti kami sudah melakukan pengemboran untuk melakukan survei, tadi saya sebutkan di awal, survei terhadap lapisan tanahnya,” katanya.
Selain mengganti struktur jembatan lama, proyek ini juga mencakup pelebaran ruas jalan pendekat di kedua sisi jembatan guna meningkatkan; kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.
Jutika menyebutkan, lebar jalan yang saat ini berkisar antara 7,5 hingga 8 meter akan ditingkatkan menjadi sekitar 8 hingga 10 meter setelah proyek selesai.
“Seperti saya sampaikan tadi Pak, target penangkaran ada 350 meter, itu ada termasuk pelebaran. Posisi saat ini untuk jalan pendekat dari jembatan menuju jembatan dan setelah jembatan itu sekarang posisi berada di 8 meter. 8 meter, 7,5 sampai 8 meter,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Nanti akan kami pelebar kurang lebih 8 sampai dengan 10 meter Pak. Pun begitu di sisi jembatannya, saat ini existing untuk aspalnya itu 6 meter Pak. Nanti pada saat selesai sisi aspal ada di 8 meter,” lanjutnya.
Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai, total lebar jembatan akan mencapai 10 meter yang terdiri atas delapan meter badan jalan beraspal; dan dua meter lainnya untuk fasilitas pendukung.
“Dengan lebar total jembatan itu di 10 meter, terdiri dari 8 meter aspal dan sisanya adalah aksesori seperti trotoar dan pagar jembatan,” tambahnya.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Jembatan Batang A Krakitan diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan di jalur nasional Magelang–Yogyakarta; sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar