Kabar Baik dari Hutan Sumatera, Empat Harimau Terekam Kamera Jebak
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026

Kamera jebak rekam dua individu Harimau Sumatera di TN Berbak
BNews-NASIONAL – Kamera jebak di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), yang menjadi bukti kuat bahwa ekosistem kawasan konservasi itu masih terjaga dengan baik.
Pemantauan ini dilakukan melalui pemasangan kamera di wilayah Suo-Suo sejak periode September hingga Desember 2025. Hasilnya tim TNBT bersama mitra sukses mengabadikan empat individu harimau yang berbeda.
“Untuk sementara ya, terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada ya (harimau sumatra),” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TNBT, Hendra Koswandi, di Jambi, Kamis.
Petugas TNBT menempatkan sekitar 40 kamera jebak yang tersebar di 20 petak wilayah strategis, masing-masing dengan cakupan pantau sekitar 400 hektare. Selain harimau sumatra, kamera jebak tersebut mencatat pergerakan 32 satwa liar lain di hutan.
Beberapa satwa dilindungi yang terekam antara lain tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis); beruang madu (Helarctos malayanus); rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong (Arctictis binturong).
Menurut Hendra, adanya rekaman satwa kunci ini menjadi indikasi kuat bahwa keseimbangan ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh; masih berlangsung; meskipun tekanan seperti perambahan dan perburuan liar terus menjadi ancaman bagi kawasan konservasi seluas lebih dari 144.000 hektare yang terbentang di wilayah Jambi dan Riau.
“Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional,” tambah Hendra.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Temuan ini sekaligus memperkuat fakta bahwa kawasan TNBT tetap menjadi salah satu habitat penting bagi harimau sumatra, meskipun populasinya terancam di berbagai wilayah lain dan terus menjadi fokus konservasi di Indonesia serta dunia. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar