Kaliangkrik Jadi Solusi Kurangi Impor Bawang Putih

BNews—KALIANGKRIK– Kementerian Pertanian Republik Indonesia   melakukan percepatan swasembada hortikultura pada 2019. Salah satu yang didorong di Kabupaten Magelang adalah produksi bawang. Tepatnya di kawasan Kaliangkrik Lereng Gunung Sumbing.

 

“Kebutuhan dalam negeri terhadap bawang putih sangat tinggi. Kalau untuk bawang merah kita sudah melakukan ekspor ke Thailand, China dan Singapura,” kata kata Menteri  Pertanian Amran Sulaiman dalam sambutanya yang dibacakan oleh Ir.Yazid Taufik MM, Direktur Pengolahan dan perencanaan Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian RI pada acara penanaman secara serentak bawang putih di Kabupaten Temanggung, Magelang dan Lombok Timur.

 

“Melalui program ini, semoga ini menjadi momentum kebangkitan bawang putih di Indonesia dan Kaliangkrik pada khususnya,”  harapnya.

 

Menurutnya untuk swasembada bawang putih pemerintah pusat hanya membutuhkan 73.000 Ha. Sedangkan permintaan kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai 500.000 ton/ tahun dan baru bisa memenuhi 20.000 ton/ tahun dan selebihnya dipenuhi dengan impor dari Tiongkok.

 

Lahan bawang putih di indonesia total mencapai 1720 Ha yang didanai dari APBN, dan  400 Ha dari Importir yang diwajibkan menanam bawang putih. Oleh karena itu dengan adanya swasembada baawang putih di Desa Adipuro Kecamatan  Kaliangkrik ini diharapkan mampu mempercepat swasembada hortikultura khususnya bawang putih yang prospeknya cukup bagus dan dapat tumbuh serta berhasil dengan baik .

 

Asisten Bupati Magelang Endra Endah Wacana, menyambut baik kegiatan ini, mengingat bawang putih sempat mengalami kejayaan di Kabupaten Magelang yaitu di Kecamatan Kaliangkrik. “Tahun 1990  bawang putih pernah mengalami kejayaan di sini semoga tahun ini kejayaan itu kembali dan akan tercium harum wanginya bawang itu kembali,” harapnya. (bn1/bsn)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: