Kasus Pernikahan Usia Anak Naik Dari Tahun Lalu, DP3AP2KB Jateng Genjarkan ‘Jo Kawin Bocah’

BNews—JATENG— Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah mencatat, adanya kenaikan kasus pernikahan usia anak di wilayahnya.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Jateng, Saptiwi Mumpuni mengatakan, pihaknya mencatat dari bulan Januari hingga September 2020 sudah ada sekitar 9.440 dispensasi kawin.

”Ada tren kenaikan ya di tahun sebelumnya. Yang mana di tahun 2019 dispensasi kawin yang tercatat kurang lebih sekitar 5.000,” ujarnya, Kamis (24/12/2020). Dikutip dari Ayosemarang.com.

Dia menjelaskan, wilayah Purwodadi menjadi daerah yang terbanyak dengan 588 permohonan dispensasi kawin. Disusul Cilacap dengan 561 dispensasi kawin, Banjarnegara ada 515 dispensasi kawin.

”Sementara itu daerah terendah dispensasi kawinnya adalah Magelang dengan 21 permohonan. Kemudian Pekalongan yakni 48 permohonan dan Tegal 60 dispensasi kawin,” jelas dia.

Terkait hal tersebut, DP3AP2KB Jateng terus melakukan sosialisasi program Jo Kawin Bocah dengan hastag Nikah Sehati. ”Jo itu dari kata ‘Ojo’ atau jangan, Kawin Bocah. Nikah Sehati itu, Sehat terencana dan Mandiri,” ujar Saptiwi.

Selain itu, Saptiwi menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pentahelik dalam sosialisasi. Dengan melibatkan sejumlah pihak seperti, OPD, Para Pengusaha, Lembaga Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan tentunya Media.

”Dengan digencarkannya program Jo Kawin Bocah tersebut diharapkan mampu membendung masyarakat untuk tidak menikahkan anaknya di usia yang terbilang masih anak-anak,” paparnya.

Tambah dia, pernikahan usia anak memiliki berbagai faktor resiko seperti  perceraian dan masalah ekonomi. Sesuai UU No 16 Tahun 2019 batas minimal laki-laki dan perempuan yang akan menikah di usia 19 tahun.

”Kalau di bawah itu masih terhitung anak-anak. Idealnya menikah itu laki-laki minimal 25 tahun dan perempuan 21 tahun,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: