Kasus Positif Covid di Solo Meningkat, Waspadai Gelombang Kedua

BNews—SOLO—Kasus positif dan PDP di Solo mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Hal tersebut diduga menjadi indikasi Solo memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, pada Jumat (10/7/2020). Sebelumnya, pernah tidak ada tambahan kasus baru selama hampir dua pekan, sebelum akhirnya kembali muncul.

Atas dasar itulah, Ning meminta warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. ”Hindari  kerumunan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan lebih baik di rumah saja jika tidak ada hal penting untuk ke luar rumah,” katanya.

Dia menjelaskan, meski ada potensi kasus berasal dari pelaku perjalanan, Pemkot Solo tidak berencana mengaktifkan kembali rumah karantina untuk mengantisipasi gelombang kedua pandemi. ”Berdasarkan efektivitas, pelaksanaan karantina mandiri, mereka lebih nyaman di rumah sendiri,” jelasnya.

Ning mengimbau pengurus RT/RW dan warga sekitar untuk bisa memantau warga yang baru pulang seusai bepergian. Terutama mereka yang baru datang dari zona merah Covid-19.

”Mereka wajib di rumah saja selama 14 hari, sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya bahwa setelah delapan hari zero kasus baru positif, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo memperbarui data bahwa ada dua kasus baru pada Jumat (10/7/2020). Keduanya adalah pasangan suami istri asal Mojosongo, Jebres, Solo.

Sehingga akumulasi kasus positif totalnya menjadi 45 orang. Selanjutnya jumlah PDP juga bertambah dengan kumulatif mencapai 292 jiwa.

Dari jumlah PDP itu, sembilan orang yang menjalani rawat inap, 245 sembuh, dan sisanya meninggal dunia. Sementara jumlah ODP ada 663 orang, dengan sembilan menjalani rawat jalan, sembilan lainnya dalam pemantauan, dan sisanya selesai.

”PDP yang sembuh pada Jumat, ada empat orang dan tambahan baru juga empat orang,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: