Kemenparekraf Fasilitasi Pendaftaran Intelektual Pelaku Usaha di Magelang

BNews—MUNGKID—Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Industri dan Investasi (Kemenparekraf) menggelar sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual. Hal itu untuk membangun kesadaran dan apresiasi publik terhadap hak kekayaan intelektual serta mengoptimalkan manfaat ekonomi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Industri dan Investasi (Kemenparekraf), Robinson Sinaga mengatakan, kegiatan itu digelar karena selama ini masih minimnya pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual.

Dia menyebut, hal itu akibat masih minimnya pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha kreatif mengenai manfaat Hak Kekayaan Intelektual dan Proses pendaftarannya. Hal tersebut disampaikannya saat pers rilis sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual di Atria Hotel, Kamis (12/11/2020).

”Semisal untuk mendaftarkan sebuah merk itu Rp 1,8 juta, maka kita berikan konsultasi satu persatu ada merk, hak paten, hak cipta, dan desain industri. Setelah itu kita ambil datanya, nanti kita daftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM sementara biayanya akan ditanggung oleh Kemenparekraf,” kata dia.

Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan selama tiga tahun. Namun pada tahun ini dilakukan di empat Kota atau Kabupaten di Indonesia. Antara lain, Kabupaten Gianyar (Kecamatan Ubud), Kota Palu, Kota Kupang, dan Kabupaten Magelang.

”Target Kekayaan Intelektual yang didaftarkan pada tahun 2020 ini sebenarnya sebanyak 1.250 tetapi karena situasi Pandemi maka targetnya menjadi 375,” jelasnya.

Diketahui, jumlah penerima pendaftaran dan fasilitasi kekayaan intelektual tahun 2016 sebanyak 1.172, tahun 2017 ada 1.805, tahun 2018 sejumlah 2.693 dan tahun 2019 ada 1984. Dalam kurun waktu 4 tahun terdapat 7.654 penerima.

Loading...

”Yang mayoritas biasanya adalah pendaftaran merk, mencapai 90 persen sendiri,” ujar Robinson.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Bupati Magelang Zaenal Arifin melalui Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu telah menjawab salah satu persoalan pariwisata di Kabupaten Magelang.

”Sesuai salah satu dasa cita Bupati Magelang terkait pengembangan pariwisata secara sinergis. Yaitu antara pariwisata, pertanian, dan industri kecil menengah. Sinergi antara pariwisata dan industri kecil menengah diharapkan bisa melahirkan orang-orang kreator yang nantinya mampu menciptakan industri pariwisata yang kreatif,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sinergi antara pertanian dan pariwisata diharapkan mampu melahirkan agrowisata-agrowisata. Seperti halnya lokasi pariwisata yang baru hits di Kabupaten Magelang di Desa Butuh, yaitu “Nepal Van Java”.

”Harapan kami melalui kegiatan ini bisa meningkatkan SDM pariwisata di Kabupaten Magelang serta menambah kunjungan wisatawan dan meningkatkan lama tinggal wisatawan,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: