Kenali Glaukoma Pada Mata, Dan ini Faktor Penyebabnya

BNews-KESEHATAN– Glaukoma merupakan sekelompok kondisi mata yang merusak saraf optik, yaitu bagian yang bertugas mengirim informasi visual mata ke otak. Terdapat banyak faktor yang dapat merusak saraf optik ini, salah satunya adalah tekanan pada mata.

Sayangnya, glaukoma sering kali berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui penyebab kondisi ini agar dapat melakukan tindakan pencegahan.

Penyebab Glaukoma

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya glaukoma:

  1. Tekanan intraokular tinggi

Tingginya tekanan pada bagian dalam mata merupakan faktor risiko utama terjadinya glaukoma.

Secara normal, mata memiliki tekanan yang stabil untuk menjaga bentuknya. Namun, jika tekanan ini meningkat secara berlebihan, saraf optik pada mata dapat mengalami kerusakan.

Meskipun tidak semua orang dengan tekanan intraokular tinggi mengalami glaukoma, mereka tetap perlu melakukan pengukuran tersebut secara rutin sebagai tindakan pencegahan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Faktor genetik dan riwayat keluarga juga dapat menyumbang terjadinya glaukoma.

Jika ada riwayat keluarga dengan glaukoma, risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi ini dapat meningkat.

Beberapa jenis glaukoma, seperti glaukoma sudut tertutup, memiliki faktor genetik yang lebih kuat, sedangkan glaukoma sudut terbuka cenderung dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

  1. Usia lanjut

Glaukoma lebih sering terjadi pada orang tua. Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting terutama pada usia lanjut, agar glaukoma dapat terdeteksi sejak dini dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

  1. Ras dan etnisitas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ras dan etnisitas juga dapat memengaruhi risiko glaukoma.

Orang Afrika dan Amerika Latin memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Kaukasus. Hal serupa juga berlaku bagi orang Asia, terutama orang Jepang.

Faktor genetik dan perbedaan struktur mata mungkin merupakan faktor penentu perbedaan risiko ini.

  1. Diabetes melitus

Diabetes melitus atau diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko glaukoma.

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf pada mata, yang dapat berkontribusi pada perkembangan glaukoma.

Oleh karena itu, pengelolaan diabetes melitus dengan baik sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Cedera mata atau bedah mata sebelumnya

Mengalami cedera pada mata atau menjalani bedah mata tertentu dapat meningkatkan risiko glaukoma.

Cedera mata yang parah, terutama yang melibatkan trauma langsung pada mata, dapat memicu perkembangan glaukoma sekunder.

Oleh karena itu, kita perlu melindungi mata dari cedera dan mengikuti panduan perawatan setelah menjalani bedah mata.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
  1. Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan, terutama kortikosteroid yang digunakan dalam jangka waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko glaukoma.

Jika kita menggunakan kortikosteroid untuk pengobatan jangka panjang, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko potensial ini.

  1. Faktor kesehatan lainnya

Beberapa kondisi kesehatan lainnya juga dapat berkontribusi pada risiko glaukoma, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan hipotiroidisme.

Mengelola kesehatan dengan baik, termasuk mengendalikan tekanan darah dan penyakit kronis, dapat membantu mengurangi risiko glaukoma.

  1. Kondisi mata lainnya

Beberapa kondisi mata tertentu, seperti pembengkakan atau peradangan yang berulang pada mata, dapat meningkatkan tekanan intraokular dan menyebabkan glaukoma.

Oleh karena itu, kita tidak boleh mengabaikan masalah pada mata dan segera mencari pengobatan.

  1. Gaya hidup dan kebiasaan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko glaukoma. Zat-zat kimia dalam asap rokok dapat merusak saraf optik dan meningkatkan tekanan intraokular.

Oleh karena itu, berhenti merokok atau tidak memulai kebiasaan merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mata.

Pemeriksaan mata rutin sangatlah penting untuk deteksi dini dan pengelolaan glaukoma. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran tekanan intraokular, pemeriksaan saraf optik, dan uji lapang pandang.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk menghubungi dokter. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: