Kesaksian Warga Saat Pesawat Jatuh Di Jogja, Terdengar Dua Kali Suara “Blek Blek”

BNews–SLEMAN– Pesawat latih TNI AU mengalami kecelakaan dan jatuh di ujung barat runway Lanud Adisutjipto, Depok, Sleman, Senin, (6/12/2020). Dua pilot TNI AU, yakni Mayor Pnb Sekti Ambarwati sebagai instruktur dan Letda Adm Krisna Nugraha sebagai siswa penerbang yang ada dalam pesawat tersebut.

Diketahui pesawat latih yang jatuh adalah KT-1B Wong Bee Nomor Registrasi LL-0111. Dimana dua pilot tersebut sedang melakukan latih terbang.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Kolonel Pnb Indan Gilang Buldansyah mengatakan jika meskipun pesawat mengalami total loss (rusat berat), kedua pilot Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto itu dinyatakan selamat.

“Kecelakaan terjadi pukul 12.50 WIB, pada saat melakukan pendaratan di ujung barat landasan pacu atau runway 09 Lanud Adi Sutjipto,” ujar Kolonel Pnb Indan Gilang, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, kesaksian warga yakni dari salah seorang petugas keamanan salah satu toko yang bertugas di dekat Lanud Adisutjipto Depok, Sleman, mengatakan jika saat kecelakaan pesawat latih terjadi, ia mendengar suara layaknya seng jatuh sebanyak dua kali.

“Suaranya itu blek blek koyo seng tibo kae lo, setelah itu warga kampung [Karangjambe Banguntapan, Bantul] pada keluar kemudian bilang bahwa ada pesawat yang jatuh,” ungkap petugas keamanan berinisial TO, 52, warga Jogja yang enggan disebutkan namanya.

Saat kejadian pesawat kecelakaan terjadi di Lanud Adisutjipto, keadaan memang sedang turun hujan rintik. Warga beserta dirinya melihat dua kendaraan jenis jip terbuka membawa pilot yang mengalami kecelakaan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Pilotnya yang satu pakai seragam warna biru kemudian pilot satunya memakai seragam orange. Dua mobil membawa dua orang (pilot). Kalau asap tidak kelihatan ya, saya hanya dengan suara (pesawat jatuh),” tutupnya.

Warga Karangjambe, Bantul yakni Wandi, 50, mengatakan jika saat kejadian kecelakaan pesawat tersebut, ia mendengar suara. Suaranya seperti ban meletus sebanyak dua kali.

“Suaranya sedang kayak ban meletus sebanyak dua kali. Saya tidak ikut keluar, tapi sebagian warga lihat dari atas kalau mesin pesawat sudah tidak bagus (oleng),” pungkas Wandi. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: