Kesal Suami Kurang Perhatian, Ibu Muda Ini Gorok Bayi 6 Bulan Hingga Tewas

BNews—NASIONAL— Seorang balita berusia enam bulan ditemukan tewas dengan leher tergorok. Polisi menyebut, sang bayi malang ini merupakan korban pembunuhan oleh Ibu kandungnya sendiri, SW, 19.

Pembunuhan ini terjadi di Desa Sebungke, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Saat kejadian, korban tinggal di rumah berdua dengan ibunya berinisial SW.

SW kemudian memanggil seorang saksi untuk melihat buah hatinya. Ketika didatangi, korban ditemukan sudah tewas dengan leher mengalami luka gorok.

”Saksi selanjutnya menggendong korban dari kamar ke ruang tamu dengan kondisi korban berdarah di leher dan saksi berteriak meminta tolong kepada tetangga,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono seperti dikutip Detik, Jumat (9/7).

Tak lama setelah kejadian, polisi turun tangan melakukan penyelidikan. Qori menyebut polisi masih memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap pelaku.

Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap pelaku pembunuhan bayi enam bulan di Aceh. Qori menyebut pelaku adalah Ibunya berinisial SW.

”Melakukan aksinya dengan pisau cutter, lalu pisaunya dibuang di dekat kamar mandi dan pisaunya telah ditemukan oleh penyidik,” ungkapnya seperti disitat Kumparan.

Qori menyebutkan, dalam penyelidikan sementara, pelaku menggorok leher anaknya karena mengaku kesal dengan sikap suami yang kurang perhatian kepada keluarganya. ”Ibu SW sebagai pelaku mengaku suaminya kurang kepeduliaan terhadap keluarga, dimana korban sudah sakit selama tiga hari ini,” jelasnya.

”Pelaku mengaku sadar dan hanya emosi sesaat,” sambung Kapolres Subulussalam.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Kota Subulussalam untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebelumnya, pelaku SW diamankan di kantor Polsek Runding. Tetapi meminta kepada polisi untuk dibawa ke Mapolres Subulussalam dengan alasan takut diamuk oleh keluarga.

Korban adalah anak pertama pelaku dengan suaminya berinisial SA, 22. Kejadian pembunuhan berlangsung di rumah mertua pelaku. “Sampai saat ini pelaku masih syok,” ujarnya.

Karena kesalahannya, SW sementara masih disangkakan dengan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: