Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ketahanan Pangan Ala Desa Dawung Tegalrejo, Warga Dapat Tanaman Sayuran

Ketahanan Pangan Ala Desa Dawung Tegalrejo, Warga Dapat Tanaman Sayuran

  • calendar_month Rab, 10 Des 2025

BNews–MAGELANG– Pemerintah Desa (Pemdes) Dawung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang mendistribusikan bibit sayuran kepada masyarakat dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.

Dengan pembagian bibit sayuran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian pangan warga desa.

Penyerahan simbolis polybag bibit sayuran dilakukan Kepala Desa Dawung Hasyim As’ari, BUMDes dan pelaksana kegiatan kepada perwakilan masyarakat di Dusun Derso, desa setempat pada Rabu (10/12/2025).

Hasyim mengungkap bahwa sebanyak 20 persen dari total anggaran dana desa sebesar Rp800 juta, dialokasikan untuk program ketahanan pangan.

“Desa Dawung ini dana desanya sebesar Rp800 juta, kemudian Rp170 juta dari dana tersebut digunakan untuk ketahanan pangan,” ungkapnya, Rabu (10/12/2025).

Ke depan, pihaknya akan membuat wisata edukasi dengan tema ketahanan pangan. Saat ini, sepanjang jalan masuk Dusun Derso sudah dipasangi para-para yang terbuat dari bambu dan di bawahnya berderet polybag yang siap ditanami buah maupun sayur.

“Para-para ini nanti akan kita tanami dengan sayuran buah. Yang bisa menjadi spotwisata dan hasil tanaman sayur bisa dijual,” terang Hasyim.

Pelaksana kegiatan, Miftakul Taufiq (30) menjelaskan, setiap satu rumah akan diberikan 5-10 polybag bibit sayuran. Warga hanya cukup mengelola dan merawat tanaman sayuran tersebut.

“Nanti secara berkala akan kami cek. Hasilnya akan diambil dan dijual. Harapannya nanti sayuran-sayuran ini bisa masuk ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” jelasnya.

Selain membagikan bibit sayuran, juga dilakukan budidaya melon premium di green house. Terdapat empat green house yang masing-masing bangunan mampu menampung lebih dari 600 batang bibit melon, yang ditanam dengan metode semi hidroponik.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Taufiq mengatakan melon-melon tersebut siap panen di umur 75 hari. Teknik perawatan sehari-hari dengan sistem fertigasi tetes. Pemberian pupuk dengan timer, jadi dalam satu hari setidaknya 10-14 kali penyiraman.

“Karena medianya ini cocopeat yang mempunyai daya serap air tinggi jadi harus lebih sering disiram. Rata-rata satu buah melon seberat 1,3-1,8 kg. Satu buah dibandrol harga Rp30 ribu perkilogram,” kata dia, yang juga sebagai pengelola salah satu green house.

Salah satu warga penerima polybag bibit sayuran, Aisah Siti Maghfiroh (38) mengucapkan terima kasih kepada kades dan pelaksana kegiatan. Dia juga mendukung kegiatan untuk mendorong program ketahanan pangan tersebut.

“Saya senang dengan adanya program ini. Saya mendapat bibit sawi dan tomat,” ucapnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less