Ketahui 5 Penyebab Asam Lambung Kambuh di Malam Hari dan Cara Mengatasinya
- calendar_month Rab, 20 Jul 2022

ILUSTRASI: seseorang menderita diare (foto: pexels.com)
BNews—KESEHATAN— Gangguan asam lambung atau GERD dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga jam. Intensitas gejala yang dialami bisa semakin parah saat malam hari. Ini terjadi akibat penerapan pola hidup yang salah.
The International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD) mencatat 79 persen orang mengalami gejalanya saat tidur. Sebanyak 75 persen dari mereka mengatakan bahwa kondisi tersebut menurunkan kualitas tidurnya.
GERD terjadi saat makanan kembali naik ke kerongkongan melalui pita otot yang disebut dengan sfingter esofagus. Organ ini bertindak sebagai katup yang menjaga makanan agar tetap berada di dalam lambung.
Ketika sfingter esofagus gagal menutup sepenuhnya saat menelan, ini yang menyebabkan aliran makanan naik dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat terjadi saat berbaring atau ketika pengidap sedang tidur di malam hari.
Penyebabnya dipengaruhi oleh kebiasaan buruk yang kerap dilakukan. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan asam lambung di malam hari termasuk:
- Sering mengonsumsi makanan pedas.
- Memiliki tingkat stres yang tinggi.
- Kebiasaan merokok atau minum alkohol.
- Mengenakan pakaian ketat saat tidur.
- Makan sesaat sebelum tidur.
Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)
Nah, bila gejala muncul dalam intensitas ringan hingga sedang, ini dapat diatasi dengan cara sederhana berikut ini:
- Tidur miring ke kiri. Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan menurunkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.
- Posisikan kepala dan dada lebih tinggi. Posisi tidur telentang dapat meningkatkan risiko bocornya aliran asam menuju kerongkongan.
- Hindari mengenakan pakaian ketat. Sebaiknya kenakan pakaian longgar saat tidur guna mencegah tekanan pada perut.
- Hindari makanan dan camilan sebelum tidur. Sebaiknya kamu berhenti melakukan keduanya 2 hingga 3 jam sebelum tidur.
- Hindari makanan pemicu. Jangan konsumsi buah sitrus, permen, coklat, makanan pedas dan berminyak, serta kafein sebelum tidur.
- Berhenti merokok. Merokok dapat mengiritasi kerongkongan dan mengendurkan otot sfingter esofagus. Ini meningkatkan risiko naiknya asam ke kerongkongan.
Jika beberapa tips di atas tidak dapat mengatasi gejala yang kamu alami, cobalah berkonsultasi dengan dokter. (*)
Sumber: halodoc.com
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar