Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ketua Tim TP PKK Kabupaten Magelang Dinobatkan Jadi Bunda Genre, ini Alasannya

Ketua Tim TP PKK Kabupaten Magelang Dinobatkan Jadi Bunda Genre, ini Alasannya

  • calendar_month Jum, 24 Des 2021

BNews–MAGELANG–  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani Zaenal Arifin dikukuhkan menjadi Bunda Genre. Hal itu disematkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Penyematan tersebut bukan tanpa alasan, yakni atas peran dan partisipasi aktif dalam upaya peningkatan sumber daya manusia berkualitas. Dalam hal ini khususnya dalam pencegahan Stunting.

Christanti mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BKKBN yang telah mengukuhkan dirinya menjadi Bunda Genre. Khususnya dalam upaya pencegahan Stunting di tingkat Kabupaten/Kota.

“Saya Christanti Handayani Zaenal Arifin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang mengucapkan terimakasih kepada BKKBN. Dimana yang telah mengukuhkan kami sebagai Bunda Genre Kabupaten. Ini akan menjadi tugas kami dalam upaya mencegah pernikahan dini dan upaya pencegahan serta penurunan Stunting khususnya di Kabupaten Magelang,” ucap, Christanti usai acara pengukuhan Bunda Genre di Hotel Heritage, Surakarta, Kamis (23/12/2021).

Ia juga meminta dukungan semua pihak dalam menjalankan tugas tersebut agar apa yang menjadi tugasnya dan tugas Pemerintah Kabupaten Magelang bisa berjalan dengan baik dan berhasil dengan optimal.

Bunda Genre Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo menegaskan bahwa, berbicara tentang penanganan Stunting harus dilakukan dari hulu.

“Yang pertama tidak ada sex pra nikah, yang kedua pendewasaan usia nikah. Tidak ada pernikahan dini atau usia anak. Dan yang ketiga no drugs atau anti narkoba. Berbicara penanganan Stunting, maka ketiga hal ini juga harus dilakukan sejak dari Paud kemudian remaja. Ketika ketahanan remaja itu kuat, maka negara juga akan kuat,” tegas, Atikoh.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Atikoh mengingatkan, setiap istri kepala daerah/wilayah pasti memiliki privilege (hak istimewa) dan banyak sekali memiliki jabatan fungsional, seperti Bunda Paud, Ketua Tim Penggerak PKK dan lain-lain, namun dari setiap privilege yang didapat juga dituntut responsibility (tanggung jawab) karena jabatan yang diemban oleh kepala daerah/wilayah merupakan sebuah amanah.

“Jadi kita tidak bisa ongkang-ongkang, tetapi bagaimana kita bisa memberdayakan diri kita untuk masyarakat,” tutur, Atikoh.

Sementara, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita Karena kekurangan gizi terutama pada periode 1000 hari pertama pada kehidupan, yang ditandai dengan tumbuh pendek yang mempengaruhi tumbuh kembang otak. Penderita Stunting umumnya rentan terhadap penyakit memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah.

Berdasarkan data prevalensi Stunting di Indonesia tahun 2019 27,67 persen, sedangkan di Jawa Tengah mencapai 27,68 persen.

“Saya percaya Bunda Genre sebagai ibu mampu berperan secara optimal mengantar remaja menjadi calon orang tua, PUS dan calon ibu untuk bisa melahirkan anak berkulitas guna mewujudkan Indonesia emas bebas stunting,” ungkap, Hasto Wardoyo. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less