Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Khamenei Tegaskan Israel Sudah ‘TAMAT’ Jika AS Tidak Ikut Campur dalam Konflik Nuklir

Khamenei Tegaskan Israel Sudah ‘TAMAT’ Jika AS Tidak Ikut Campur dalam Konflik Nuklir

  • calendar_month Kam, 26 Jun 2025

BNews-NASIONAL – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan keras terkait konflik terbaru antara Iran dan Israel.

Dalam pidato resminya usai gencatan senjata pada Kamis (26/6/2025), Khamenei menegaskan bahwa Israel sudah ‘game over’; alias hancur lebur jika Amerika Serikat tidak ikut campur langsung dengan menyerang situs nuklir Iran.

Pernyataan itu disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat setelah serangkaian serangan militer antara kedua negara yang berlangsung selama hampir dua pekan terakhir.

“Terlepas dari semua kegaduhan itu, dan dengan semua klaim itu, rezim Zionis hampir runtuh dan hancur di bawah hantaman Republik Islam,” ujar Khamenei seperti dikutip dari kantor berita resmi Iran, IRNA.

Dalam pidatonya, Khamenei menyebut bahwa Israel terbukti tidak memiliki kekuatan militer yang cukup untuk melancarkan serangan ke Iran.

Menurutnya, tanpa bantuan langsung dari Amerika Serikat, rezim Zionis akan mengalami kehancuran total.

“Amerika Serikat ikut campur dalam konflik Iran dengan Israel karena mereka merasa jika tidak terlibat, rezim Zionis akan hancur,” tegas Khamenei.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pernyataan tersebut disampaikan setelah konflik berdarah antara Iran dan Israel yang berlangsung selama 12 hari sejak 13 Juni 2025.

Perang dimulai ketika Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik strategis di Iran, yang diduga menjadi lokasi petinggi militer dan ahli nuklir Iran. Tidak butuh waktu lama, Iran langsung melakukan serangan balasan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan Israel.

Advertisements

Iran meluncurkan rudal jarak jauh dengan sasaran utama kota Tel Aviv dalam operasi balasan yang diberi nama True Promise III.

Aksi saling serang kemudian terus berlangsung. Iran berhasil menembus sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome, yang sebelumnya dianggap sangat efektif menghadang serangan udara.

Akibat rentetan serangan dari kedua pihak, banyak bangunan di Israel dan Iran yang hancur dan runtuh. Laporan menyebutkan ratusan orang dari kedua belah pihak tewas dan luka-luka, termasuk warga sipil.

Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat ikut terlibat langsung dalam konflik. Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, memerintahkan militernya untuk menyerang tiga lokasi yang diduga menjadi pusat pengembangan nuklir Iran.

KUMPULAN VIDEO VIRAL DAN UPDATE DI BOROBUDURNEWSTV (KLIK DISINI)

Serangan tersebut dilancarkan pada Minggu (22/6/2025), dengan pangkalan militer AS di Qatar mengirimkan pesawat tempur untuk melaksanakan misi tersebut.

Target serangan adalah tiga fasilitas nuklir strategis milik Iran. Meski begitu, sebagai respons cepat, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke arah pangkalan militer Amerika Serikat.

Beruntung, saat rudal Iran menghantam area tersebut, armada tempur Amerika Serikat sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi, sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Setelah eskalasi militer yang terus meningkat, Amerika Serikat akhirnya meminta kedua negara, Israel dan Iran, untuk menyepakati gencatan senjata. Israel menjadi pihak pertama yang menyatakan kesediaannya untuk menghentikan serangan.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Iran akhirnya juga menerima tawaran gencatan senjata. Kesepakatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian serangan yang telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di kedua negara.

Meski gencatan senjata telah disepakati, tensi antara Iran dan Israel masih tetap tinggi, dengan banyak pihak internasional yang khawatir konflik serupa bisa kembali pecah sewaktu-waktu. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 5

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less