Kini Irene Tak Sendiri, Pamannya Ikut Isolasi Mandiri Di Rumah Kontrakan

BNews–MERTOYUDAN– Gadis kecil di Mertoyudan yang isolasi mandiri di rumah kontrakannya sendiriian, semakin mendapat banyak perhatian. Pasalnya, nenek Irene Mardalenta Gea yang tinggal bersamanya masih dirawat di RST Tidar karena suspek covid dan menunggu hasil swab keluar.

Namun paman Irene yang berama Amonio Zebua, 31, sudah pulang kerumah pada Kamis malam kemarin (17/12/2020). Rumah kontrakannya ini beralamat di Jl Semangka Raya Nomor 28 RT 5 RW 5 Perumahan Kalinegoro Mertoyudan.

Kini pamanya menjalani isolasi mandiri bersama Irene. Sedangkan neneknya, Siti Zama masih isolasi mandiri di rumah sakit.

“Saya terus memikirkan Irene, yang tidur sendirian dirumah. Sejak Senin (14/12/2020) kemarin Ibu saya (Nenek Siti Zama) masuk rumah sakit. Saat itu Irene masih bisa ikut dirumah sakit. Namun sejak hari Selasa dan Rabu kemarin Irene harus tidur dirumah sendirian karena menjalani isolasi mandiri,” kata Amonio.

Amonio mengungkapkan, bahwa dirinya mendapat informasi secara lesan dari Perawat rumah sakit, ibunya reaktif Covid 19. “Hal itu juga membuat pihak rumah sakit menyuruh saya turut isolasi dirumah sakit. Namun Irene justru isolasi mandiri dirumah,” imbuhnya (18/12/2020).

Amonio pun meminta izin kepada pihak rumah sakit, agar dapat isolasi mandiri dirumah, dan rumah sakit memberikan izin. Maka pada Kamis (17/12/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, Amonio pulang kerumah, dan Irene tidak sendirian lagi.

“Kalau sudah ke rumah ga boleh balik rumah sakit, dan isolasi mandiri dirumah. Hal itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting saya bisa menemani Irene dirumah. Adapun kondisi Ibu saya dirumah sakit, sudah mulai membaik,” terang Amonio.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya berencana pada Senin (21/12/2020) , akan melaksanakan Swab di Puskesmas, bersama Irene.

Sementara itu  Amonio menceritakan perihal Ibunya masuk rumah sakit. Berawal dari sakit gigi yang membuat sang ibu tidak bisa makan secara teratur. Hal tersebut yang membuat asam lambungnya naik, sehingga harus dibawa kerumah sakit.

“Awalnya berobat ke Puskesmas karena sakit gigi, hal itu yang membuat Ibu jarang makan dan asam lambung naik. Ketika di rumah sakit ternyata reaktif Covid 19,” ungkap Amonio.

Amonio menerangkan, keponakannya Irene,   masih mempunyai Ayah di Nias, sedangkan Ibunda Irene sudah meninggal dunia pada tahun 2016.

“Ibunda Irene sebelum meninggal mengalami sakit akibat luka bakar, dari ledakan kompor minyak tanah di Nias. Sebelumnya telah dilakukan pengobatan, sudah menjual harta benda dan hanya bertahan tiga tahun, pada 2016 Ibu Irene meninggal dunia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian Irene saya ajak merantau ke Jawa,  awalnya ayah Irene tidak mengizinkan, namun akhirnya mengizinkan, karena saya merantau bersama ibu saya atau nenek Irene. Agar nenek tidak kesepian bila ada Irene. Adapun ayah Irene, masih berada di Nias, bersama kakak dan adik Irene,” papar Amonio, yang sehari-hari bekerja sebagai pemasang alat pemanas air ini.

Nenek Irene, yang bernama Siti Zama, sebelum sakit, kesehariannya berkegiatan menjual kue bolang-baling keliling perumahan Desa Kalinegoro.

“Irene sering ikut jualan kue bersama neneknya keliling perumahan dan kampung,” tutur Amonio.

Dalam kesempatan tersebut Irene mengatakan, senang karena paman sudah pulang kerumah. Selama dirumah sendirian dirinya mengisi kegiatan dengan membaca buku pelajaran, karena tidak ada hiburan lain termasuk TV juga tidak ada dirumah kontrakan Irene.

“Kalau makanan sudah banyak, karena tetangga pada ngasih makanan. Saya baca-baca buku pelajaran, mandi, makan, kemudian pukul 20.00 WIB tidur, setelah sebelumnya mengunci pintu depan,” ucap Irene, yang bersekolah di SDN 3 Kalinegoro dan bercita-cita menjadi Pendeta.

Kepala Desa Kalinegoro, Hajid Mulyono, mengatakan, dirinya sudah lega karena Irene tidak sendirian dirumah lagi. Selama ini Hajid terus memantau kondisi Irene yang sendirian dirumah.

“Saya tidak bisa membawa Irene untuk menginap dirumah saya, karena posisi Irene adalah isolasi mandiri. Oleh karenanya dalam program Jogo Tonggo ini para tentangga Irene turut menjaga Irene dari luar rumah, termasuk memasok kebutuhan Irene, makan minum dan lain-lain,” ungkap Hajid. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: