Suami Jaga Ronda, Istri Asyik Wik-Wik Dengan Kepala Dusun di Sleman

BNews–SLEMAN– Seorang Kepala Dusun atau Dukuh di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman dilaporkan ke pihak kepolisian. Pasalnya dirinya terlibat perselingkuhan dengan warganya sendiri.

Dia adalah DP, Kepala Dusun atau Dukuh berusia 50 tahun di Desa Tamanmartani, Kalasan Sleman. Dia tertangkap basah selingkuh dengan perempuan berinisial AR, 40 pada Rabu dini hari pukul 01.00 wib (8/7/2020). Dan ternyata, Suami perempuan tersebut sedang ronda malam jaga kampung.

Berdasarkan informasi, terungkapnya kasus ini berawal saat suami Ar, pada malam itu mendapat giliran ronda. Setelah suami Ar pergi ronda, dukuh tersebut dengan sembunyi-sembunyi mendatangi rumah Ar.

Namun, gerak-gerik dukuh itu sudah diamati warga. Sebab, warga sudah lama curiga adanya perselingkuhan tersebut. Hanya saja belum memiliki bukti kuat.

Setelah memastikan, warga kemudian memberitahukan kepada suami Ar dan mendatangi rumah itu. Saat itu, Kepala Dusun atau dukuh tersebut sedang berada di kamar.

Kaget suami Ar datang bersama warga, dukuh tersebut sembunyi di bawah tempat tidur, tetapi tetap diketahui warga. Ar dan dukuh itu pun mengakui perbuatannya.

Warga kemudian meminta DP mundur dari jabatannya dan tidak mengulangi perbuatannya. Tuntutan warga itu dipenuhi DP.

Loading...

Untuk proses pemberhentian, saat ini pemerintah desa Tamanmartani, Kalasan, masih menunggu surat pengajuan pengunduran diri dukuh tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tamanmartani, Kalasan, Tomi Nugraha mengatakan, untuk proses pemberhentian aparatur desa, sesuai mekanisme harus ada surat pengajuan pengunduran diri. Setelah itu, akan segera konsultasi dengan Camat dan BPD Tamanmartani. Sebab, harus menyiapkan pelaksana tugas (Plt).

“Kepala Dusun atau Dukuh itu memang bersedia mundur, tapi sampai saat ini belum mengajukan surat pengunduran diri,” katanya, Jumat (10/7/2020).

Sementara, untuk proses hukumnya, Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Iptu Puwanto mengatakan karena kasus itu merupakan delik aduan, baru bisa memprosesnya jika ada laporan. Jika tidak ada, maka kasus tersebut tidak bisa diproses hukum. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: