Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kisah Buruh Cantik Ditusuk OTK dan Tewas Dipelukan Kekasihnya

Kisah Buruh Cantik Ditusuk OTK dan Tewas Dipelukan Kekasihnya

  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022

BNews–NASIONAL-– Seorang buruh cantik tewas kehabisan darah setelah ditikam oleh orang tak dikenal (OTK). Ia menghembuskan napas terakhir di pelukan sang kekasih.

Saksi mata melihat ia berteriak meminta tolong sesaat setelah kejadian penusukan. Dan hingga berita ini diunggah, pelaku masih belum teridentifikasi.

Korban penusukan tersebut diketahui bernama Iska Nurrohmah (21), seorang buruh. Ia  tewas dibunuh orang tak dikenal, dan menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan sang kekasih.

AC sempat mendampingi saat Iska dalam keadaan sekarat. Iska ditikam pelaku di jalan saat hendak bekerja.

Hingga akhirnya Iska mengembuskan napas terakhirnya, sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Namun kematiannya didampingi sang kekasih AC yang datang saat kejadian dan menemukan kekasihnya sekarat di sisi jalan. Iska meninggal di pelukan kekasihnya AC.

Media sosial ramai memperbincangkan mengenai motif dibalik tewasnya Iska Nurrohmah (21), seorang buruh cantik asal Karang Wuni, Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kebumen, Jawa Tengah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Iska disebutkan tewas lantaran diduga terlibat cinta segitiga karena ia ternyata telah memiliki kekasih di kampungnya dan kini berpacaran dengan seorang pria berinisial AC di Kabupaten Bekasi.

Diketahui bahwa Iska meninggal setelah ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Tegal Gede, RT 002/006, Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Selasa (22/3/2022) pagi tadi.

Merespons hal tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion belum ingin mengambil kesimpulan mengenai motif meninggalnya Iska.

“Kami belum mengarah kepada pelakunya. Kami dalami berbagai motif berdasarkan data,” kata Gidion di lokasi.

Fakta yang ditemukan oleh polisi bahwa tak ada satu pun barang-barang berharga milik korban yang diambil oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang.

Artinya motif pembunuhan bukan perampokan dan lebih kuat karena adanya masalah pribadi.

Gidion pun memastikan Iska meninggal bukan menjadi korban pembegalan atau pencurian dengan kekerasan.

“Yang jelas ini bukan begal atau curas. Kami coba dalami motif lainnya. Tiidak ada barang milik korban yang hilang. Biasanya kan kalau mau kerja bawanya HP, tas, nah barang yang bersangkutan masih ada,” ucapnya.

Sementara itu, warga sekitar yang pertama kali memdengar suara teriakan Iska, yakni Hendi (65) menjelaskan pria berinisial AC mendatangi lokasi setelah Iska ditemukan bersimbah darah akibat luka tusuk di bagian ulu hati sebelah kiri.

“Saya lagi di kamar mandi denger suara, ‘tolong tolong, saya dibacok’, saya terus keluar, lihat dia berdiri, masih hidup. Terus korban duduk. Enggak lama pacarnya datang, ‘aduh yang’, gitu,” ujar Hendi.

AC sempat mendampingi saat korban dalam keadaan sekarat.

Hingga kemudian Iska mengembuskan napas terakhirnya sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Ia pun tak melihat sosok pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Ketika ia keluar, pelaku tersebut telah pergi melarikan diri.

“Enggak tahu, sudah kabur jauh. Pokoknya pas saya keluar cuma liat korban udah duduk banyak darah,” katanya. (*/tribun)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less