Ritual Seniman Jawa Temukan Obat Corona yang Ternyata Sangat Mudah Didapat
- calendar_month Sel, 21 Apr 2020

NEWS: Seniman ini temukan obat untuk virus corona sambil menunjukannya (21/4/2020)-(Foto: Istimewa)
BNews–NASIONAL– Setelah melakukan berbagai ritual, seorang seniman di Surabaya mengaku menemukan obat untuk pasien terjangkit virus corona (Covid-19). Sontak hal ini membuat kaget rekan-rekannya sesama seniman saat ditemukan di Kantor Dewan Kesenian Jawa Timur (21/4/2020).
Seniman tersebut yakni Taufik ‘Monyong’ Hidayat. Ia mengatakan obat yang ditemukannya yakni kunyit/kunir.
Awalnya dirinya menilai kunir hanyalah penangkal, kini ia yakin kunir merupakan obat utama. “Jadi obatnya kunir, kita makan kunir. Kalau tidak doyan (nafsu) cukup badan diluluri kunir, Corona tidak mempan,” katanya (21/4/2020).
Taufik beralasan bahwa warna virus Corona adalah kuning. Maka dari itu obat Corona yakni kunir yang juga berwarna kuning.
“Kunir itu akan membunuh virus Corona di dalam tubuh kita, darah kita langsung kuning. Apalagi kunir itu berasal dari tanah, di tanah ada leluhur kita yang meninggal di kuburan dan memberi kekuatan untuk mengalahkan Corona,” jelasnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Ia mengungkapkan juga, oleh sebab itu dokter banyak menyarankan makan kunir untuk penangkal. “Menurut saya bukan hanya penangkal, itu adalah obat utama. Kalau mau keluar tidak perlu semprot disinfektan, cukup badan diluluri kunir, virus tidak nempel di badan kita,” imbuhnya.
Taufik juga sempat menceritakan salah satu ritualnya dengan melihat virus Corona di luar lingkaran kuning matahari. “Asal usul Corona itu ya di luar lingkaran matahari, warnanya kuning. Jadi Corona itu penggalan matahari yang menjadi penyakit. Corona itu ada di udara. Corona itu menyebar di udara,” terangnya.
“Untuk bentuknya itu Corona separuh rohani separuh fisik. Tujuan Corona diciptakan untuk memusnahkan setengah populasi manusia,” lanjutnya.
Taufik yang juga Ketua Dewan Kesenian Jatim ini menilai kegiatan berjemur di pagi hari justru menyebabkan Corona karena virus tersebut ada di udara. “Jadi bumi ini membersihkan, kalau malam sekarang kita tahu sering hujan untuk membersihkan virus di udara. Langit kalau siang juga cerah, itu tanda Corona sudah selesai,” ujarnya.
Kalau ada tambahan pasien itu, menurutnya karena kenanya sudah dari beberapa waktu lalu,” Saat ini, Corona telah berakhir setelah beberapa gunung di Indonesia meletus. Hal itu juga ditandai dengan cerahnya langit akhir-akhir ini,” ungkapnya.
“Ritual terakhir saya lakukan Selasa (14/4), saya menyedot virus Corona di siang bolong. Jadi virus itu sudah habis di udara saya sedot. Apalagi tugas saya juga membantu negara,” pungkasnya. (*/islh)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



minimal statemen dua sisi lah. di konfirmasi juga info “tandingannya” dari pihak medis. kalo mau di cap sebagai media kredibel tapi yaa. kalo terus berlanjut tanpa ada perbaikan ya jangan salahkan pembaca kalo dikategorikan sebagai media kaleng kaleng. dan predikat wartawannya jadi wartawan bodrek.
22 April 2020 12:37maaf
Sy rasa media ini banyak pembacanya.. klo berita yg ga rasional mbok ya disaring krn berpotensi mnyesatkn n membahayakn.
22 April 2020 01:32Anjirrrr…. Gampang bener obatnya
21 April 2020 21:39haduh. kayak gini jadi berita?
21 April 2020 17:30semoga berita ini gak sampe ke grup whatsapp emak emak