Kisah Mahasiswi Asal Temanggung Dievakuasi dari Tengah Perang Saudara di Sudan

BNews–JATENG-– Seorang mahasiswai bernama Melinda Retno Diningrum berhasil dievakuasi dari negara Sudan. Dimana di negara tersebut sedang bergejolak perang saudara.

Warga Dusun Kuwaton, Desa Purwodadi, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung ini tercatat sebagai mahasiswi ; jurusan Syari’ah Islamiyah Fakultas Syariah wal Qonun International University of Africa.

Melinda Retno Diningrum berhasil dievakuasi setelah selama 9 hari terjebak di tengah perang Sudan. Melinda dan rekannya hidup dalam situasi mencekam yang tidak pernah disangka akan terjadi.

“Semua panik, karena tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Melinda dikutip radar semarang (1/5/2023).

Dikatakan, peperangan antara tentara Sudan dengan paramiliter Rappid Support Forces (RSF) terjadi di ibu kota Sudan, Khartoum itu terjadi sejak Sabtu (15/4). Suara tembakan tiba-tiba mengagetkan Melinda yang masih beraktivitas di asrama kampus.

Ketua Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) Sudan ini menceritakan, suara ledakan pertama terjadi sekitar pukul 09.28. Dia tidak mengetahui apakah ledakan tersebut bersumber dari rudal atau bom. Yang jelas, ledakan tersebut terdengar sangat keras diikuti suara tembakan-tembakan.

“Ternyata itu adalah serangan. Tapi saya tidak tahu yang pertama menyerang itu apakah tentara Sudan atau paramiliter. Karena imbauan dari KBRI, kita jangan terlalu ikut campur, yang penting kita menyelamatkan diri dan mengikuti protokol,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Setelah ledakan pertama, teman-temannya langsung mendapat imbauan agar segera turun dari asrama kampus berlantai 4. Dia dan mahasiswa Indonesia lain langsung turun dan berkumpul di lapangan.

Di sana, mereka menerima imbauan untuk mengambil berkas-berkas penting. Karena di luar negeri berkas seperti paspor sangat penting. Para mahasiswa kemudian mengambil paspor dan barang secukupnya.

“Setelah itu, kami langsung dibawa ke auditorium kampus. Di sana ada pemberitahuan bahwa ada serangan. Kami harus tenang karena Insya’ Allah para tentara yang sedang berperang tidak akan menyerang warga sipil,” cerita mahasiswi semester 7 yang kini tinggal skripsi ini.

Baku tembak tidak pernah berhenti. Helikopter lewat di atas blok rumah. Juga pesawat jet dan suara hantaman rudal. Ada juga tembakan peluru nyasar ke perumahan warga.

Bahkan ada tempat tinggal temannya asal Indonesia yang terkena peluru nyasar. Namun tidak sampai menelan korban.

Dia bersyukur karena sampai saat ini temannya selamat, dan semua WNI juga. Hanya saja, yang terluka cukup banyak. Pada hari kedua perang, dia mengira bahwa perang hanya berlangsung satu atau dua hari, dan mereka merasa aman.

“Kami mengira …. KLIK DISINI UNTUK LANJUT BACA

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!