Kisah Pilu Seorang Kakek Renta Keliling Jasa Timbang BB, Sepi Peminat
- calendar_month Sab, 16 Des 2023

tangkapan layar video seorang kakek renta keliling tawarkan jasa timbang berat badan
BNews-NASIONAL- Sebuah rekaman video yang menampilkan seorang kakek renta yang mencari nafkah dengan menawarkan jasa timbang berat badan di depan toko menjadi viral di media sosial.
Kakek tersebut menawarkan jasa tersebut dengan tarif hanya Rp 2 ribu. Namun, sangat disayangkan bahwa kakek tersebut sudah belum mendapatkan pelanggan selama 3 hari dan harus menahan lapar.
Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @sedangrame dan diketahui bahwa kakek tersebut bernama Abah Udin yang berusia 76 tahun. Meskipun dalam usia lanjutnya, Abah Udin tetap semangat mencari nafkah.
Ia terlihat duduk dengan sabar dan hanya melihat orang-orang yang lewat di depan toko. Abah Udin juga terlihat meminta-minta dengan mengangkat satu tangannya, namun sebenarnya ia tidak berniat meminta-minta.
Terlihat bahwa Abah Udin membawa alat timbangan berat badan di sebelahnya. Ketika seorang wanita mendekat, Abah Udin menawarkan jasa timbang berat badan kepada wanita tersebut.
Sang wanita pun menggunakan jasa Abah Udin untuk menimbang berat badannya.
Video tersebut mengungkapkan bahwa Abah Udin mencari nafkah dengan menjual jasa timbangan berat badan keliling.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Meskipun ia berkeliling, Abah Udin juga sering mangkal di depan toko-toko. Kakinya sudah tidak cukup kuat untuk berjalan jauh dan seringkali ia merasa kelelahan. Namun, sangat disayangkan bahwa Abah Udin sering diusir oleh pemilik toko yang tidak mengizinkannya mangkal di depan toko mereka.
Ternyata, masih ada alasan di balik kegigihan Abah Udin dalam mencari nafkah. Ia masih memiliki istri yang sakit-sakitan dan hanya tinggal di rumah. Lebih menyedihkan lagi, dalam perjuangannya mencari nafkah, Abah Udin sering menghadapi kesulitan karena jasanya kurang diminati oleh orang lain.
Bahkan, dalam keterangan video disebutkan bahwa Abah Udin sudah 3 hari ini belum mendapatkan pelanggan sama sekali.
Kadang-kadang, Abah Udin harus menahan lapar saat berkeliling karena tidak membawa bekal dan bahkan tidak mampu membeli makanan karena menunggu penghasilan dari jasanya.
Mirisnya, jasa timbang berat badan itulah satu-satunya mata pencaharian yang dimiliki oleh Abah Udin. Ia tidak memiliki usaha lain dan tidak memiliki modal untuk memulai usaha lainnya. Video mengenai kisah pilu Abah Udin yang berjuang mencari nafkah dengan menjual jasa timbangan berat badan di usia 76 tahunnya tersebut menjadi viral dan mendapatkan simpati dari netizen.
Banyak netizen yang mengaku prihatin dengan kondisi kakek berusia 76 tahun tersebut. Bahkan, ada yang membandingkan kondisi Abah Udin yang menderita dengan kondisi pengungsi Rohingya. Beberapa komentar netizen antara lain:
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Hai, pemerintah, fokuslah pada rakyat sendiri terlebih dahulu daripada pada pengungsi Rohingya yang tidak jelas.”
“Daripada membantu pengungsi imigran gelap Rohingya, lebih baik fokus pada warga lokal sendiri yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.”
“Pemerintah digaji dari pajak rakyat, tetapi salah satu fasilitas pajak yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat terasa tidak ada. Pajak naik, tetapi mengapa kondisi seperti ini terjadi dan malah disibukkan dengan pengungsi dari negara lain?”
“Sangat tidak tega melihat ini. Sebenarnya, bukan hanya Abah yang mengalami nasib seperti itu, tetapi masih banyak yang lainnya. Seharusnya, pemerintah fokus hanya pada hal ini daripada mengurus pengungsi Rohingya. Rakyat banyak yang kelaparan,” tulis beragam komentar dari netizen.
Dalam unggahan akun Instagram @sedangrame, terdapat nomor rekening bagi netizen yang ingin memberikan donasi untuk membantu Abah Udin dalam kondisi ekonominya.
Diketahui bahwa Abah Udin berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Menurut seorang netizen, Abah Udin biasa mangkal di daerah Sukabumi. (*)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar