WADUH! Longsor Batu Besar Putus Jalan Bandara YIA-Borobudur, Rute Damri Dialihkan

BNews—JOGJAKARTA— Hujan dengan intensitas deras yang mengguyur Kabupaten Kulon Progo Jogjakarta menyebabkan sebuah bongkahan batu berukuran cukup besar longsor. Jalur perlintasan armada Damri dari YIA-Perbukitan Menoreh-Candi Borobudur Magelang terpaksa dialihkan.

Longsoran batu tersebut diketahui menutup akses jalan utama yang menghubungkan Siluwok-Tegalsari. Dan tidak bisa dilewati kendaraan kendaraan baik roda dua ataupun roda empat.

Bongkahan batu yang longsor ini berada di Objek Wisata Gunung Gajah yang ada di Teganing II, Hargotirto, Kokap. Batu berukuran melebihi ukuran truk ini melintang dan menutup jalan.

”Kejadiannya tadi malam, karena memang wilayah ini diguyur hujan cukup deras,” kata Kapolsek Kokap AKP Sujarwo, Minggu (31/10). Akibat kejadian ini, akses jalan untuk sementara ditutup karena tidak bisa dilewati kendaraan. Upaya pengkondisi melibatkan polisi, koramil, PMI dan warga sekitar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Joko Satyo Nahrowi mengatakan, saat ini mereka sudah berkoordinasi dengan Pemda DIJ untuk penanganan batu ini karena status jalan milik DIJ. BPBD Kulon Progo siap membantu dalam assesmen batu yang telah menutup jalan ini.

Kami sudah laporkan ke pemda DIJ dan BPBD sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan asesment,” katanya.

Joko mengaku belum bisa memastikan penyebab longsornya bongkahan batu ini. Apakah diakibatkan karena hujan yang deras atau aktivitas lain. Sebab di atas bukit juga terdapat alat berat untuk melakukan aktivitas penambangan.

”Informasinya di atas ada backhoe, kami belum bisa pastikan apakah itu yang membuat labil atau karena hujan. Pasti nanti akan dicek perizinannya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo L Bowo Pristiawan mengatakan, jalur ini menghubungkan bandara YIA dengan objek wisata di Perbukitan Menoreh tembus ke Candi Borobudur. Lantaran ukuran batu cukup besar, armada Damri yang biasa melintas kawasan ini dialihkan.

”Untuk kendaraan lain yang bersifat lokal, masyarakatnya akan lebih paham,” katanya. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: