Kisah Soedjono Pahlawan yang Gugur di Pakis dan Dijadikan Nama RST

BNews–KOTA MAGELANG– Salah satu pahlawan kemerdekaan di Magelang ini, namanya diabadikan menjadi nama sebuah Rumah Sakit di Kota Magelang. Dokter Soedjono namanya, seorang prajurit berpangkat Letkol yang gugur di Magelang.

Sejarahnya, Soedjono dulu meninggal dunia di Dusun Gardu, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Dokter yang lahir di Banyumas, Februari 1915 ini ditembak mati oleh tentara Anjing NICA saat bertugas di sebuah pos kesehatan.

Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana mengatakan, berdasarkan literatur yang dibacanya, dr Soedjono ditembak pada 15 Februari 1949. Saat itu, pos yang ada di kaki Gunung Merbabu ini disergap dan diobrak-abrik pasukan tentara Belanda, yakni pasukan Anjing NICA.

Saat itu Soedjono berusaha meloloskan diri dengan cara melompat pagar. Sayangnya, kaki sang dokter tersangkut oleh tanaman waluh dan terjatuh.

“Tanpa pikir panjang, pasukan Anjing Nica langsung menembaknya di tempat hingga gugur. Sementara pull-over dan cincinnya dirampas,”katanya.

Dijelaskannya, bahwa jenazah dr Soedjono dimakamkan di tempat itu oleh penduduk setempat dengan penuh hormat dan khidmat. Lalu, oleh penduduk sekitar, makamnya sering dikunjungi orang berziarah dan untuk menyampaikan ujub atas penyakit yang diderita agar sembuh.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun pada bulan April 1950, pihak keluarga Soedjono meminta makam digali, kemudian jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Semaki di Jogja. Anehnya, saat digali, ternyata jenasahnya tidak mengalami kerusakan atau decomrositie, padahal sudah selang satu tahun dari pemakaman.

“Kemudian jenasahnya disemayamkan di suatu gedung di Kabupaten Magelang, yang mana Bupati Magelang saat itu, Joedodibroto merupakan paman dari dr Soedjono. Dengan upacara militer, sang Letkol dikebumikan pada 7 April 1950,” imbuhnya.

Gugurnya sang pahlawan ini, kata Bagus, merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Maka, untuk menghargai jasa Soedjono, pemerintah menganugerahkan Bintang Satya Lencana Sosial kepadanya, termasuk 35 dokter lainnya yang telah gugur atau hilang tahun 1942-1950.

 “Selain itu, namanya juga diabadikan menjadi nama rumah sakit tentara (RST) di Kota Magelang, yakni RST dr Soedjono di Jalan Urip Sumoharjo Magelang. Nama ini dipakai per tanggal 1 November 1974 dari sebelumnya bernama Rumah Sakit Tentara III,” jelasnya.

Dipaparkan juga oleh Bagus, bahwa dr Soedjono sudah menikah dengan perempuan bernama RA Danarti, putri dari KRT Wongsonegoro SH yang pada waktu itu merupakan Gubernur Jawa Tengah. Dari perkawinannya, dianugerahi seorang putra bernama Sardjono.

“Sebelum di Magelang, dr Soedjono mengabdi di Solo di bawah pimpinan Jenderal Gatot Soebroto. Sebelumnya lagi mengabdi di Divisi Siliwangi dan bertugas sebagai dokter pada Resimen Kian Santang di Purwakarta Jawa Barat,” pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: