Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Konfercab VIII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang: Evaluasi, Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Konfercab VIII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang: Evaluasi, Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan

  • calendar_month Ming, 15 Feb 2026

BNews–MAGELANG– Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Magelang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII, Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Ponpes Darussalam Timur Watucongol, Muntilan ini diikuti oleh kader Fatayat NU dari berbagai tingkatan kepengurusan di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

Konfercab VIII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang masa khidmah 2020-2025 mengusung tema “Kemandirian Organisasi yang Berdaya dan Berkarya sebagai Pelopor Perubahan”.

Ketua Panitia Acara, Rofiatul Khakimah mengatakan Konfercab VIII diikuti oleh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR), serta Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU se-Kabupaten Magelang.

“Konfercab VIII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang masa khidmah 2020-2025 ini dihadiri kurang lebih 1.000 orang,” katanya dalam sambutan pembukaan acara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan dihadiri pula oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magelang, jajaran pengurus PCNU Kabupaten Magelang, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah, perwakilan badan otonom NU, serta tamu undangan lainnya.

Rofiatul mengungkap konfercab bukan sekedar agenda rutin organisasi, melainkan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat Cabang. “Yang mana memiliki makna strategis ruang evaluasi, konsolidasi serta regenerasi kepemimpinan,” ungkapnya.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Magelang periode 2020-2025, Evi Hikmah Nurchayati melaporkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Seperti melaksanakan tiga pilar penguatan organisasi yakni penguatan struktur organisasi, penguatan organisasi kaderisari, dan penguatan program dan layanan Fatayat NU.

“Pada penguatan struktur organisasi misalnya, saat ini sudah ada 21 PAC, 223 Pimpinan Ranting, dan 310 Pimpinan Anak Ranting se-Kabupaten Magelang. Semuanya sudah memiliki SK yang sah. Tapi masih ada PR sekitar 49 Pimpinan Ranting,” ujarnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Pada penguatan kaderisasi, lanjut Evi, PC Fatayat NU Kabupaten Magelang sudah mengadakan pengkaderan secara formal. Pertama, latihan kader dasar sebanyak 35 kali. Kemudian satu kali latihan kader lanjutan, satu kali Training of Trainer (ToT), dan dua kali Diklat Tingkat Dasar (DTD) Garda Fatayat.

“Kita menghasilkan sebanyak 37 fasilitator atau trainer dari ToT,” imbuhnya.

Selanjutnya dalam penguatan program dan layanan masyarakat, Fatayat NU Kabupaten Magelang menggelar beberapa kegiatan. Seperti pada tahun 2020, melaksanakan edukasi pencegahan dan penanganan COVID-19 serta memberikan bantuan bagi warga terdampak.

“Kami juga telah bekerja sama dengan Kemenaker bersama PP Fatayat NU, mengadakan pelatihan tenaga mandiri melalui bidang olahan bahan makanan,” ujarnya.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah,Tazkiyyatul Muthmainnah menyebut momentum konfercab ini sebagai wadah evaluasi, membahas program lima tahun ke depan, dan memilih pengurus baru.

“Saya mengapresiasi kepengurusan Ibu Evi beserta jajarannya. Ini sudah sangat luar biasa selama lima tahun. Capaian-capaian programnya sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

“Di Jateng, kami klasifikasi Fatayat NU mulai dari unggul, sedang dan agak butuh pendampingan. Di Kabupaten Magelang ini masuk klasifikasi unggulan,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam sambutan yang dibacakan Wali Bupati Magelang Sahid menyampaikan apresiasi kepada Fatayat NU Kabupaten Magelang. Sebagai organisasi pemudi produktif, Fatayat telah membuktikan diri bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah setempat.

“Melalui momentum konfercab ini, saya titip pesan, siapapun yang terpilih nanti, bawalah Fatayat NU Kabupaten Magelang menjadi organisasi yang semakin modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Jadilah mitra strategis pemerintah. Kami butuh ide-ide segar dan pergerakan nyata dari tangan-tangan kreatif perempuan Fatayat untuk membangun Magelang yang lebih religius dan sejahtera,” pungkasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less