Kopi Grabag Mendunia! Bupati Lepas Ekspor Perdana 17 Ton ke Dubai
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025

Bupati Magelang Grengseng Pamuji didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan saat melepas ekspor Kopi Grabag ke Dubai Uni Emirat Arab
BNEWS—MAGELANG— Kopi asli dari Kabupaten Magelang, khususnya wilayah Grabag, akhirnya resmi menembus pasar global.
Sebanyak 1 kontainer atau 17 ton kopi jenis green bean dari Grabag diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Momen bersejarah ini dilepas secara langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji di depan Kantor Kecamatan Grabag, Kamis (27/11/2025).
Di hadapan para petani, pelaku usaha, dan anggota koperasi, Bupati Grengseng Pamuji menegaskan bahwa ekspor perdana tersebut; bukan sekadar pengiriman komoditas, tetapi menjadi awal kebangkitan kopi Kabupaten Magelang.
“Ekspor ini menjadi momentum bagi Koperasi Grabag dan pada akhirnya menjadi kebanggaan bagi seluruh petani kopi Kabupaten Magelang,” ujar Grengseng Pamuji saat diwawancarai di sela-sela acara pelepasan ekspor Kopi Grabag ke Uni Emirat Arab.
Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas dan tata kelola perkebunan merupakan faktor penentu sehingga kopi Grabag mampu menarik perhatian pasar internasional.
“Selama ini kopi kita banyak masuk ekspor, tetapi sering tidak tercatat berasal dari Magelang. Dengan tata niaga yang diperbaiki, kini identitas dan kualitas kopi kita memiliki posisi jelas di pasar global,” ungkapnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Grengseng Pamuji menjelaskan bahwa kopi mulai dibudidayakan di Grabag sejak tahun 1969 pada masa kolonial Belanda dan hingga kini dirawat secara turun-temurun.
Luas lahan kopi di Kecamatan Grabag kini mencapai sekitar 1.200 hektare, menjadikannya salah satu sentra penghasil kopi terbesar di Kabupaten Magelang.
Ia berharap ekspor perdana ini menjadi awal menuju pencapaian yang lebih besar.
“Mulai hari ini, kopi Grabag tidak lagi hanya dikonsumsi lokal, tetapi hadir di panggung dunia. Ini baru langkah pertama, selanjutnya kita harus memastikan kopi Magelang terus tumbuh dengan kualitas terbaik,” tegasnya.
Dengan dukungan program skala nasional, akses pasar ekspor yang semakin terbuka, serta kelembagaan petani yang semakin solid; Kabupaten Magelang menargetkan daya saing kopi terus meningkat hingga mampu menjadi brand unggulan Jawa Tengah di kancah internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, menyampaikan bahwa Magelang telah berkembang menjadi salah satu penghasil kopi unggulan di Jawa Tengah dengan dua varietas dominan, yaitu Robusta dan Arabika.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Saat ini total lahan kopi mencapai lebih dari 3.000 hektare, terdiri dari 2.136 hektare Robusta dengan produksi 2.006 ton per tahun dan 875 hektare Arabika dengan produksi 112 ton per tahun.
Robusta banyak ditanam di Grabag, Windusari, Tempuran, Borobudur, hingga Srumbung, sementara Arabika tumbuh optimal di dataran tinggi lebih dari 1.000 mdpl seperti Ngablak, Pakis, dan Sawangan.
“Kecamatan Grabag menjadi sentra terbesar dengan luas tanam mencapai 1.480 hektare dan produksi 1.743 ton ose per tahun. Potensinya luar biasa, dan ekspor ini menjadi bukti kualitasnya diakui dunia,” kata Romza.
Ekspor perdana ini sejalan dengan program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) Komoditas Kopi Tahun 2025–2026 yang menetapkan Grabag sebagai lokasi prioritas.
Program ini dikembangkan pada lahan seluas 800 hektare dengan dukungan anggaran Rp18,96 miliar. UPLAND melibatkan 27 kelompok tani dari 1.732 petani di delapan desa penerima manfaat.
Bantuan yang diberikan meliputi sarana produksi, alat panen dan pengolahan, solar dryer, mesin pulper, mesin huller, kendaraan operasional, hingga pelatihan barista. Selain itu, petani juga mendapatkan akses microfinance hingga Rp3,75 miliar dengan penyaluran awal sebesar Rp1,075 miliar.
Sebagai upaya memperkuat tata niaga, dibentuk kelembagaan koperasi bernama Koperasi Produsen Lereng Kelir yang menjadi mitra utama petani dalam menjaga mutu, penyerapan hasil panen, hingga akses pemasaran ekspor. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar