Korban Dukun Maut Magelang : Minta Uang Rp 25 Juta Didoakan Agar Tidak Cepat Habis

BNews—MAGELANG— Dua warga Kajoran menjadi korban Dukun maut yang merupakan tetangga desanya sendiri pada 10 November 2021 lalu. Mereka adalah Lasman, 31, dan Wasdiyanto, 38, warga Sukomakmur Kajoran Kabupaten Magelang.

Kedua korban ini dengan membawa uang Rp 25 juta kepada pelaku dengan harapan didoakan agar tidak cepat habis. Namun justru kedua korban diracun Apotas oleh pelaku yang bukan lain dukun berinisial IS, 57, warga Sutopati Kajoran.

Tak perlu waktu lama petugas Kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut. Bermula kabar penemuan kedua korban yang tewas di dalam mobil di pinggir jalan di daerah Sujoyoso Sukomakmur Kajoran.

Mendapat laporan tersebut, Tim Polsek Kajoran dan Sat Reskrim Polres Magelang melakukan olah TKP. Kemudian dari hasil olah TKP tim menemukan bungkusan plastik bening berisi sisa cairan yang berbau mencurigakan.

“Lalu, terhadap ke-2 korban dilakukan autopsi oleh Tim Biddokkes Polda Jateng di RSUD Muntilan. Dengan hasil bahwa ke-2 korban terdapat tanda mati lemas karena keracunan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan(19/11/2021).

Kemudian, lanjutnya tim berkoordinasi dengan Bidlabfor Polda Jateng untuk menguji temuan plastik bening dalam mobil, sampel cairan dalam mulut korban; urine, darah dan lambung korban.

“Hasilnya ditemukan bahwa semuanya terdapat kandungan sianida,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lalu tim melakukan pelacakan terhadap dugaan orang yang memberikan sianida kepada ke-2 korban. Dalu tim melakukan penggeledahan di rumah pelaku yang dicurigai yakni Dukun berinisial IS.

“Saat penggeledahan ditemukan beberapa buah plastik bening belum terpakai yang identik dengan plastik bening yang ditemukan di dalam mobil. Ditemukan juga uang Rp 25 juta milik korban,” tegasnya.

Pelaku dilakukan pemeriksaan singkat dan akhirnya mengakui perbuatannya  telah membunuh korban dengan memasukkan apotas ke dalam air minuman syarat kepada kedua korban.

“Adapun potas tsb dibeli dari Tersangka pada tanggal 31 Oktober 2021 di Toko Pertanian di wilayah Desa Sutopati,” terangnya

Sebelumya diberitakan juga terkait kronologi yang menewaskan Lasman, 31 dan Wasdiyanto, 38, warga Sukomakmur Kajoran. Dimana bermula kedua korban pamit dari rumahnya di Sukomakmur hendak menuju rumah pelaku dengan menggunakan mobil rentalan.

“Kedua korban ini membawa mobil rentalan beserta uang Rp 25 juta yang dida[at dari menggadaikan mobil miliknya. Uang itu dibawa ke rumah pelaku IS di Sutopati Kajoran,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sekitar pukul 16.00 wib, lanjutnya kedua korban tiba di rumah pelaku kemudian memberikan sebuah botol berisi air mineral kepada pelaku. Dimana air itu sebelumnya diambil dari mata air Si Jago yang diminta oleh pelaku.

“Dari pengakuan pelaku, air tersebut digunakan untuk mendoakan air yang dibawa korban. Kemudian air dalam botol dimasukan ke dalam gelas dicampur dengan racun Apotas dan diaduk. Kemudian oleh pelaku dimasukan Kembali air yang dicampur racun Apotas dari dalam gelas ke sebuah plastik bening,” paparnya.

“Pelaku memberikan dua plastik berisi air itu kepada korban. Ia juga berpesan kepada kedua korban harus diminum oleh korban sebelum sampai di rumah dan tidak boleh dilihat oleh orang lain,” terang Alfan.

Lalu kedua korban pamit menuju pasar kaliangkrik untuk bertemu dengan orang yang menggadai mobilnya. Dengan alasan dompet tertinggal.

“Dan sekitar pukul 19.00 wib kedua korban pulang menuju rumah, namun kedua korban tersebut berhenti dulu di pinggir jalan daerah Sukoyoso Sukomakmut. Mereka berhenti untuk meminum air dalam plastic yang diberikan oleh pelaku. Diduga setelah meminum itu kedua korban langsung meninggal dunia di dalam mobil,” paparnya.

Kedua korba ditemukan Rabu malam 10 November 2021 sekitar pukul 20.20 wib di dalam mobil. Penemuan itu diketahui oleh teman pemilikmobil rental yang dibawa korban.

“Dua korban ini ditemukan tak bernyawa di dalam mobil yang terpakir di pinggir jalan Di Sukoyoso Sukomakmur,” paparnya.

Atas perbuatannya, kata Kompol Aron bahwa pelaku dijerat tndak Pidana Pembunuhan Dengan Rencana atau Pembunuhan – Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP.

“Ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: