TPR Dijaga Petugas Gabungan, Sopir Truk Gagal Ngemplang Pajak Pasir

BNews– MUNGKID— Rencana sejumlah sopir truk untuk tidak membayar pajak dan retribusi pasir tak bisa dilakukan setelah Pemkab Magelang melakukan penjagaan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) bersama petugas gabungan. Para sopir truk akhirnya kewalahan.

Salah satu sopir truk mengaku awalnya hendak tidak akan membayarkan pajak karena menghaku keberatan. Namun, begitu sampai di dekat TPR Pare Blondo Kecamatan Mungkid dia diarahkan oleh sejumlah polisi dan TNI. Dia pun akhirnya memilih belok dan membayar pajak.

Beberapa sopir truk sempat menanyakan kebijakan tersebut kepada para petugas. Namun, petugas bersikukuh tetap memberikan karcis untuk dibayarkan retribusinya. “Kalau tidak membayar mobil akan ditahan,” katanya.

Melihat hal itu, Fatchul Mujib Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Kajian Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Magelang langsung menggelar dialog dengan para petugas TPR. Namun, hasilnya petugas menyatakan tidak akan memberikan toleransi apapun karena berpegangan pada perintah pimpinan untuk tetap menarik retribusi pasir.

Mudjib juga mengaku kecewa dengan adanya puluhan anggota Polisi dan TNI yang berjaga di TPR tersebut. “Saya rasa ini merupakan sesuatu yang intimidatif, karena ini konteksnyakan pajak yang ranahnya Pemerintah Daerah. Dimana teman-teman disuruh masuk TPR untuk membayar retribusi dengan penjagaan ketat pihak keamanan yang saya rasa itu bentuk intimidasi yang tidak perlu dan palah mengundang situasi yang panas,” jelasnya.

“Intinya kami sopir truk merasa terpaksa membayar retribusi siang tadi dengan tarif yang baru, karena sopir bukan merupakan wajib pajak galian C,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: