Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kronologi Lengkap: 5–9 Oktober, Pesta Miras Oplosan di Magelang Berubah Jadi Rangkaian Kematian

Kronologi Lengkap: 5–9 Oktober, Pesta Miras Oplosan di Magelang Berubah Jadi Rangkaian Kematian

  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
Kamis 9 Oktober: Korban Tewas Jadi Tujuh Orang

Korban ketujuh, AR (40), warga Brontokan, Desa Danurejo, meninggal dunia pada Kamis (9/10) sekitar pukul 04.15 WIB. Ia bukan peserta pesta miras, namun menenggak sisa miras oplosan yang diberikan oleh salah satu korban sebelumnya.

“Hasil dari diagnosa para korban ya kemungkinan keracunan. Keracunan minuman alkohol. Karena kami dari mulai anamnesis (wawancara medik) itu keluarga yang mengantar juga mengaku habis minum bareng-bareng alkohol oplosan,” kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD Merah Putih, dr Hery Sumantyo MPH, kepada wartawan di RSUD Merah Putih, Kamis (9/10).

Menurutnya, sebagian besar korban datang ke rumah sakit dalam kondisi sesak napas, pandangan kabur, dan beberapa sudah mengalami kebutaan sementara. Satu orang dilaporkan selamat, namun sempat kehilangan penglihatan akibat keracunan alkohol.

Polisi Telusuri Penjual Miras

Polisi kemudian menelusuri sumber minuman oplosan yang menewaskan tujuh orang tersebut. Dari hasil penyelidikan, miras itu didapat para korban dari pasangan suami istri yang menjual secara sistem Cash on Delivery (COD).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Penjualnya saat ini sudah kami mintai keterangan. Dengan sistem COD, dua orang ini suami istri,” ungkap Kompol La Ode kepada wartawan di Polresta Magelang, Kamis (9/10/2025).

“Satu sebagai operator, satu kurir yang mengantar. Ini dulu, kalau untuk pelakunya nanti mungkin lebih lengkapnya akan kami rilis setelah hasil labfor keluar. Kami juga berkoordinasi dengan Badan POM agar hasil penyelidikan lebih menyeluruh,” imbuhnya.

Kasus ini masih terus diselidiki oleh Satreskrim Polresta Magelang untuk memastikan kandungan miras oplosan yang dikonsumsi para korban serta menindak tegas pihak yang terlibat dalam peredarannya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less