Lokakarya Komwil VI Apeksi, Wakil Walikota Magelang Jelaskan Upaya Penanganan Covid-19

BNews—MAGELANG—Kota Magelang terpilih sebagai narasumber dalam Lokakarya Komwil VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Tentang Strategi Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Covid-19.

Terpilihnya Kota Magelang karena dianggap berhasil dalam pengendalian penyebaran virus corona. Dalam kesempatan tersebut, yang menjadi pembicara adalah Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina dan kegiatan berlangsung virtual di Command Center komplek kantor Walikota Magelang, Selasa (13/7/2020).

Di hadapan Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany dan Dirjen Bangda Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni, serta 36 perwakilan kota-kota komwil VI meliputi Ambon, Gorontalo, Tidore, Pare-pare, Ternate, Palu, Bau-bau dan lainnya, Windarti memaparkan secara umum kondisi kota dan upaya menghadapi pandemi.

Dia mengungkapkan bahwa sejak 13 Juni 2020, tidak ada lagi kasus positif baru di wilayahnya. Jumlah kumulatif kasus positif sebanyak 33 kasus, dengan 29 diantaranya sembuh dan empat meninggal.

Kemudian PDP sebanyak 68 orang, dengan rincian 57 sembuh, delapan meninggal dan tiga dirawat. Untuk data per 26 Juni 2020, angka reproduksi efektif (Rt) Kota Magelang tercatat 0,14, yang berarti peluang penularan ke orang lain sudah rendah.

”Meski demikian, kami tetap menganggap bahwa Covid-19 masih menjadi ancaman, sehingga kewaspadaan tetap dijalankan agar tidak terjadi gelombang kedua,” kata Windarti.

Dia menyebut penanganan tidak hanya menyangkut aspek kesehatan saja, tapi juga aspek pencegahan, sosial, pemulihan ekonomi dan inovasi. Untuk strategi yang dilaksanakan, meliputi penyiapan sarana pelayanan kesehatan, tenaga medis, termasuk penyediaan anggaran sebesar Rp 137,8 miliar.

Untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dan peningkatan edukasi warga, kata Windarti, antara lain dengan pembatasan akses masuk ke kota, penyemprotan disinfektan di area publik, pengawasan ketat terhadap pendatang dari luar daerah dan edukasi kepada warga melalui berbagai media.

Temukan Musik Keren Disini

Selanjutnya, dengan pemberian bantuan sosial dan ekonomi, melalui program Bantuan Sosial Pangan Non Tunai, Bansos PKH, Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) bagi pelaku UMKM. Pemkot Magelang juga mengalokasikan anggaran Rp 32,3 miliar untuk penanganan dampak ekonomi dari APBD 2020.

”Pada minggu kedua bulan Ramadhan 1441 H, kami mendirikan dapur umum. Untuk menyediakan hidangan buka puasa bagi warga yang membutuhkan,” jelas Windarti.

Lanjutnya, dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru, pihaknya telah membuka kembali beberapa tempat. Seperti tempat ibadah sejak pertengahan Juni lalu, pusat kegiatan ekonomi dan destinasi wisata. Serta menerapkan tatanan baru di lingkungan kerja, angkutan umum, hotel dan sarana lainnya.

”Semua mengacu pada protokol kesehatan yang ketat. Meski sejauh ini kami belum menerapkan sanksi bagi yang belum tertib, misal tidak pakai masker. Kami masih menerapkan sanksi sosial,” imbuh Windarti.

Download Musik Keren Disini

Selain itu, ada salah satu inovasi Pemkot Magelang yang menjadi perhatian peserta lokakarya yaitu pembuatan Hatii-Pakem yang merupakan hazmat dari RSUD Tidar. ”Hazmat ini menggunakan double layers, memakai bahan sejenis katun,” paparnya

”Tahan pada sterilisasi 134 derajat celcius, bisa dipakai kembali sampai 50 kali, tentu saja inovasi ini lebih ekonomis dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: