Mahasiswi Cantik Ditemukan Gantung Diri Dalam Kamar Kos Di Sleman

BNews–JOGJA– Kawasan Indikos di Sleman digegerkan dengan penemuan seorang  mahasiswi yang meninggal dunia dengan posisi gantung diri (3/2/2021). Kejadian tersebut tepatnya berada di kawasan Padukuhan Gandok Kelurahan Condongcatur Sleman Yogtakarta.

Korban yang diketahui seorang mahasiswa asal Bengkulu ini diduga meninggal dunia karena bunuh diri.

Kapolsek Depok Timur Komisaris Polisi (Kompol) Suhadi mengatakan korban yang ditemukan di kamar indekosnya bernama Yusi Efrina, 26, warga Bengkulu.

“Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga bunuh diri,” ujar Suhadi pada Kamis, (5/2/2021). dikutip Harjo.

Awal penemuan korban dari salah satu penghuni indekos bernama Budi Setiawan yang hendak membuang sampah. Saat berjalan ke tempat sampah, ia mencium bau tidak sedap.

Saksi yang penasaran terhadap bau tidak sedap tersebut kemudian mencoba untuk naik ke atas. Sesampainya di sumber bau, lanjut Suhadi, kemudian saksi melihat darah yang keluar dari pintu korban. Seketika, saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Depok Timur.

“Kami bersama Inafis Polres Sleman langsung mendatangi lokasi kejadian mendapati adanya laporan,” sambung Suhadi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bersama dengan polisi, penghuni indekos yang curiga terhadap bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban akhirnya mendapatkan pemandangan yang tidak lazim. Korban Yusi ditemukan sudah tidak bernyawa. Yusi yang ditemukan sudah meninggal dunia akhirnya menggegerkan penghuni indekos lainnya.

“Korban ditemukan menggunakan ikat pinggang kemudian diikatkan ke jendela kamarnya. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos warna hitam dan celana pendek jeans,” ungkap Suhadi.

Berdasarkan catatan dari polisi, korban sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. Sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Terlebih, polisi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Kesimpulan sementara, korban meninggal diduga karena gantung diri. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Suhadi. (*)

Catatat Redaksi : Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: