Mahasiswi Kedokteran Buang Bayi Cantik Berusia 3 Hari di Sleman

BNews—SLEMAN— Sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa di Semarang tega membuang bayi cantik di pinggir jalan kawasan Prambanan Sleman. Kedua pelaku yang merupakan mahasiswa aktif jurusan kedokteran ini tega membuang darah dagingnya karena belum siap memiliki dan merawat buah hati.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman Ajun Komisaris Polisi Deni Irwansyah membenarkan kasus pembuangan bayi tersebut. Dani menjelaskan masing-masing tersangka merupakan perempuan berinisial M,21, dan laki-laki berinisial A, 22.

”Keduanya tercatat sebagai mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas di Semarang,” jelasnya, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, latar belakang kedua tersangka yakni kini tengah menempuh pendidikan kedokteran di kampus yang sama. Keduanya merupakan mahasiswa semester 6 dan sudah menjalin hubungan asmara cukup lama.

Dani menerangkan, kronologi pembuangan bayi bermula pada ahri Jumat (12/6) sekitar pukul 04.00 WIB dimana M melahirkan anak perempuan di Rumah Sakit Permata Medika. Namun tersangka A tidak berniat untuk mengurus anak yang dilahirkan kekasihnya.

”Alasannya karena belum siap mengurus bayi. Selain itu, keduanya masih kuliah,” terangnya.

Setelah 12 jam bayi tersebut lahir, M dan A berangkat ke Jogjakarta mengendarai mobil untuk bermaksud menitipkan anak mereka ke saudara M di wilayah Bantul. Namun ditengah jalan mereka terlibat percekcokan hingga akhirnya bayi perempuan tersebut mereka buang di wilayah Prambanan, Sleman.

Loading...

”Bayi berusia tiga hari tersebut dalam kondisi sehat dan dibuang di Dusun Gunungharjo, Prambanan, Sleman pada Minggu, (14/6) dan ditemukan warga,” ucapnya.

SEPASANG KEKASIH: Wajah kedua tersangka pembuang bayi berinisial M dan A.

Beberapa waktu kemudian, dua saksi pelajar bernama Muhammad Alwan, 17, Muhammad Faris, 16, kaget melihat sesosok bayi saat melintas Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keduanya spontan membawa dan menyerahkan kepada warga sekitar, Suratiyen, 67, di Bokoharjo, Prambanan, Sleman.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

”Selanjutnya Suratiyen menghubungi kepala dukuh dan melaporkan ke Polsek Prambanan,” paparnya.

”Bayi tersebut saat ditemukan memakai selimut bayi. Sejumlah barang-barang juga ditemukan bersama bayi tersebut seperti perlak, bantal bayi, gelang identitas bayi yang masih dipakai di pergelangan tangan bayi. Bayi beserta barang yang ditemukan di TKP selanjutnya dibawa ke RSUD Prambanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, kedua pelaku kemudian berhasil diamankankan dan mendekam di ruang sel tahanan Mapolres Sleman. Mereka dijerat dengan Pasal 305 atau Pasal 306 atau Pasal 308 KUHP. Detail sanksi tertuang dalam Pasal 308 KUHP berbunyi jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya.

”Pelaku diancam hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, bayi cantik tersebut saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga tersangka usai sempat dirawat Dinas Sosial Sleman. Rencananya kedua tersangka akan segara dinikahkan untuk menjaga legalitas sang bayi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: