Marak SMS Iklan, BRTI Didesak Bikin Regulasinya

BNews—NASIONAL—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan berdiskusi dengan para operator seluler. Terkait permintaan untuk membuat regulasi yang mengatur SMS penawaran.

Menurut Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, David Tobing seharusnya ada persetujuan lebih dulu dari konsumen, apakah mau menerima SMS penawaran atau tidak. Apabila tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemilik nomor maka pengiriman SMS juga telah melanggar Pasal 26 UU ITE.

Komisioner BRTI Kominfo, I Ketut Prihadi Kresna Murti BRTI mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan para operator dan lembaga lainnya untuk membuat aturan SMS penawaran ini.

”Dalam waktu dekat kami akan mendiskusikan kemungkinan dibuatnya rambu-rambu tertentu pengiriman SMS dari operator seluler melalui peraturan khusus. Diskusi akan dilakukan bersama dengan operator seluler dan pihak terkait lain, seperti YLKI,” katanya, Jumat (18/9/2020). Dikutip dari Kumparan.

Dia menjelaskan SMS dari operator seluler bisa berupa penawaran yang berkaitan langsung dengan layanan yang dipakai pelanggan. Bisa juga berupa penawaran yang tidak terkait langsung dengan layanan yang dimiliki pelanggan.

”SMS penawaran yang tidak terkait langsung dengan layanan yang dimiliki pelanggan misalnya menawarkan paket data baru, kuota baru, top up, dsb. Untuk SMS sejenis ini, semestinya pengirimannya memperhatikan kenyamanan pelanggan, apakah mau menerima SMS seperti ini,” jelasnya.

Sedangkan yang terkait langsung, kata Ketut misalnya SMS yang mengingatkan bahwa masa laku kartu prabayar sudah hampir jatuh tempo atau masa laku kuota paket data sudah hampir habis. Untuk SMS sejenis ini, tujuannya adalah melindungi kepentingan pelanggan.

Loading...

Lebih lanjut, Ketut menyebut operator seluler semestinya menyediakan opsi bagi pelanggan untuk tidak lagi menerima SMS seperti ini. Opsi ‘Opt In’  yakni pelanggan tetap ingin dikirimkan SMS sejenis atau ‘Opt Out’ jika pelanggan tidak lagi menginginkan SMS sejenis.

”Jika pelanggan sudah memilih opsi ‘Opt Out,’ operator seluler tidak boleh lagi mengirimkan SMS sejenis,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: