Marka Jalan Untuk Jaga Jarak Diuji Coba Satlantas Polres Magelang

BNews–MERTOYUDAN– Jajaran Satlantas Polres Magelang dalam operasi patuh candi 2020 juga melakukan uji coba marka jalan khusus di Lampu Merah depan Artos Mall Mertoyudan (27/7/2020). Marka tersebut merupakan pemberhentian sepeda motor dalam penerapan kenormalan baru.

Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Fadli melalui Kaur BinOps Satlantas Polres Magelang, Iptu Aris Mulyono mengatakan bahwa sosialiasi tatatan kenormal baru juga kita lakukan dalam rangkaian operasi patuh candi 2020.

“Operasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak 23 Juli 2020 lalu, dan akan berakhir 5 Agustus 2020,” katanya.

Selain memiliki inovasi marka jalan tersebut, pihaknya juga membagikan masker bagi pengendara yang belum mengenakannya.

“Bagi yang belum mengenakan masker kita lakukan tindakan teguran melalui aplikasi E-Teguran Gemas,” imbuhnya.

“Tentunya tujuannya memperkecil risiko penyebaran atau penulara covid-19 yang diketahui bersama hingga saat ini belum usai,” tegasnya.

Aris mengungkapkan, untuk marka jalan tersebut sudah dimulai sejak operasi patuh candi 2020 dimulai yakni 23 Juli 2020 lalu.

Loading...

“Mudah-mudahan dengan adanya marka jalan ini, menunjukan upaya kami dari Satlantas Polres Magelang membudayakan masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Salah satunya adalah jaga jarak antar pengendara,” ungkapnya.

Sepeda motor dan sepeda onthel pun ikut tertib di marka jalan khusus jaga jarak (27/7/2020)-(Foto: bsn)
Sepeda motor dan sepeda onthel pun ikut tertib di marka jalan khusus jaga jarak (27/7/2020)-(Foto: bsn)

Ditanya untuk marka jalan khusus tersebut akan dibuat dimana saja, Aris mengungkapkan sementara disini dahulu (Red: Lampu Merah Depan Artos).

“Lokasi ini dipilih untuk uji coba karena memang salah satu pusat lalu lintas yang sibuk. Dan kita menunggu respon masyarakat, dan jika berhasil akan membuat marka-marka di trafict light atau lampu merah laiinya di Kabupaten Magelang,” paparnya.

Terkait sanksi bagi pengedera sepeda motor yang tidak berhenti di marka tersebur, Aris mengatakan tidak ada penegakan hukum atau tilang. Namun, tindakan teguran akan dilakukan.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

“Teguran lesan atau tertulis akan dilakukan. Karena kita berupaya dalam operasi patuh candi ini menekan angka terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Marka berjarak setengah meter antar pengendara ini diharapkan mampu membuat jaga jarak di setiap lampu merah.

“Nanti kita upayakan kedepannya lebih maksimal lagi dalam sosialisasi kepada masyarakat agar membiasakan diri. Dan kita akan membuat garis marka lurus juga untuk membatasi posisi roda empat dengan marka sepeda motor didepannya,” ujarnya.

“Kami mohon dukungan semua pihak untuk memperlancar uji coba ini demi kebaikan kita bersama selama pandemi covid-19 berlangsung” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: