Masa Tanggap Darurat Bencana Erupsi Merapi Magelang Diperpanjang Kembali

BNews–MUNGKID-– Status aktivitas merapi masih berada di level III atau Siaga setelah ditetapkan sejak tanggal 5 November 2020 lalu. Hingga saat ini, merapi belum sama sekali terjadi erupsi.

Oleh karena itu, Pemkab Magelang memperpanjang kembali masa tanggap darurat bencana erupsi merapi. Dan ini merupakan kali keduanya status tanggap darurat tersebut diperpanjang.

“Benar diperpanjang hingga 31 Desember 2020 mendatang,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto (15/12/2020).

Diketahui bersama, sebelumya masa tanggap darurat ditetapkan sejak tanggal 6 November hingga 31 November 2020. Kemudian diperpanjang kembali tanggal 1 Desember sampai 15 Desember 2020.

Melihat keadaan tersebut, pengungsi merapi Magelang yang terdiri dari kelompok rentan sudah satu bulan lebih berada di lokasi pengungsia. Namun, separo lebih pengungsi memilih pulang ke rumahnya.

“Hingga saat ini jumlah pengungsi masih sebanyak 232 jiwa yang terbagi di tiga titik pengungsian. Mereka berasal dari Babadan II Desa Paten, Dusun Trono, Pugeran, Trayem Desa Krinjing; dan Dusun Ngandong Desa Ngargomulyo. Semua dari Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang,” ungkap Edy.

Sementara, lanjut Edy untuk tiga titik pengungsian tersebu berada di dua Kecamatan. “Pengungsian yang masih terisi ada di TEA Desa Deyangan Mertoyudan, Gedung Balai Desa Deyangan Mertoyudan; dan di TEA Tamanagung Muntilan,” ujarnya.

Edy juga menyampaikan bahwa pengungsi yang masih bertahan ini agar tetap standbay di lokasi pengusian. Hal ini mengingat status gunung merapi masih Siaga dan belum tahu akan erupsi kapan.

“Ya kami berikan strategi logis terkait kondisi merapi saat ini serta bahaya atau ancaman-ancaman jika merapi erupsi,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: