Masih Level 4, Sekolah Di Kota Magelang Lanjutkan Pembelajaran Daring
- calendar_month Rab, 9 Mar 2022

INTERNET: Bocah SD serius belajar via daring dari rumah. (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah wilayah Kota Magelang ditunda kembali. Dan masih memberlakukan pembelajaran daring atau PJJ kembali.
Hal tersebut mengingat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang yang masih bertahan pada level 4. Hal ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2022.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Papa Riyadi mengatakan, seiring pemberlakuan tersebut, Pemkot Magelang mengambil kebijakan. Yaki dengan tetap menerapkan pembelajaran secara daring atau PJJ.
“Sekarang level 4. Kebijakan kami, anak-anak tetap PJJ,” ujarnya saat ditemui di Aula Bappeda Kota Magelang, Selasa (8/3).
Meski PJJ, dia menambahkan, tiap sekolah dapat mengambil langkah inovasi guna meningkatkan kompetensi siswanya. Tentunya dengan melakukan kegiatan dalam skala kecil dan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Papa menyebut, ada empat langkah yang dapat dilakukan. Pertama, tiap sekolah dapat melakukan konsultasi dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Para prinsipnya, lanjutnya, penerapan PJJ ditempuh dengan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada siswa.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dengan demikian, Disdikbud dan sekolah telah sepakat untuk melakukan sedikit inovasi dengan kelompok kecil. Para siswa yang kesulitan memahami pelajaran, dianjurkan untuk datang ke sekolah. “Paling tidak ada lima anak. Mereka bisa berlajar dengan bapak ibu guru,” jelas Papa.
Langkah selanjutnya yakni menerapkan metode remedial teaching. Setiap guru akan memantau perkembangan siswanya. Jika ditemukan siswa yang notabene lambat untuk menerima pelajaran, guru dapat memberikan metode tersebut. “Karena memang keterbatasan PJJ luar biasa,” tandasnya.
Selain itu, langkah ketiga yakni melakukan pengayaan. Berbeda dengan remedial, langkah ini dilakukan kepada siswa yang dinilai aktif dan merespon cepat pelajaran yang dijelaskan.
Sedangkan langkah terakhir, guru dapat mengunjungi rumah siswa atau membuat kelompok kecil di sekitar rumahnya. “Namanya guru kunjung. Jika memungkinkan, guru akan berkunjung ke rumah secara langsung,” jelasnya.
Empat langkah tersebut, kata Papa, merupakan inovasi dari Disdikbud untuk diterapkan kepada para siswa. Menurutnya, jika terus-menerus menerapkan PJJ, para siswa dikhawatirkan akan learning loss atau kehilangan minat belajar.
Papa berharap, PPKM di Kota Magelang akan turun agar sekolah dapat menggelar PTM kembali. Meskipun dengan berbagai pembatasan dan hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa dalam satu kelas. Selain itu, penerapan shift juga bisa dilaksanakan jika levelnya sudah turun. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar