10 Bayi Lucu Dibuang di Jogja Sepanjang 2020, 90 Orang Berebut Adopsi

BNews—SLEMAN—Sepanjang tahun 2020 atau rentang bulan Januari hingga September, Dinas Sosial Sleman mencatat sedikitnya ada sepuluh kasus pembuangan bayi. Dari jumlah tersebut, empat diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Wisnu Wardoyo mengungkapkan, bayi yang dibuang oleh orang tuanya tersebut tersebar dibeberapa wilayah. Mulai dari Depok, Godean, Prambanan, Ngemplak, Ngaglik, Maguwoharjo hingga Cangkringan.

Wisnu merinci dari sepuluh bayi yang ditemukan warga, enam diantaranya ditemukan dalam kondisi hidup. Makhluk lucu menggemaskan itu ditemukan di Ngemplak, Prambanan, Depok, Godean dan Ngaglik. Ada juga yang sengaja ditinggalkan di RSUP dr Sardjito.

”Sementara empat bayi yang meninggal ditemukan di Maguwoharjo dan Cangkringan,” ungkap Wisnu, Rabu (21/10).

Ia menjelaskan, nasib para bayi yang masih hidup dan belum diketahui keluarganya tersebut dititipkan ke lembaga yang ditunjuk pemerintah daerah. Mereka dititipkan selama enam bulan sebagai upaya daripada proses penyelidikan.

”Jika dalam waktu enam bulan masih belum ada keluarga dari bayi, maka bayi tersebut akan dilakukan adopsi melalui kelembagaan. Dalam hal ini nantinya melalui Dinsos Provinsi DI Jogjakarta,” jelasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

Meski bayi yang terlantar kalipertama ditemukan warga, bukan berarti ia memiliki hak untuk mengadopsi. Wisnu menerangkan jika ada ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan warga bilamana menemukan sang bayi.

”Peraturannya setelah ditemukan harus diserahkan ke puskesmas, bidan atau rumah sakit untuk memastikan kesehatan atau keadaan bayi,” terangnya.

Masih menurut Wisnu, pihak puskesmas kemudian menyerahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan. Saat proses penyelidikan berlangsung, bayi akan diserahkan ke dinsos kabupaten/ kota dan provinsi untuk dirawat.

”Setidaknya saat ini masih ada 90 calon orang tua atau pendaftar yang menunggu untuk mengadopsinya. Dan itu gratis,” pungkas dia. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: