Melihat Ritual Jamasan Pusaka Warga Sawangan di Bulan Suro

BNews—SAWANGAN— Bulan Muharam dalam kalender Islam atau sering disebut Bulan Suro banyak proses kegiatan atau ritual di masyarakat jawa. Diantaranya adalah membersihkan atau jamasan sebuah pusaka peninggalan sejarah.

Hal ini seperti yang dilakukan Warag Dusun Wulung Desa Soronalan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Dimana setiap bulan suro melaksanankan kegiatan atau ritulal merti dusun dan khoul jamasan pusakan peninggalan KRT Suronolo (8/9).

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


 “Menurut sejarah KRT Suronolo Putro Suryondono merupakan penasehat di kerajaan pengging kala itu. Dan dirinya pernah mempunyai tapak tilas di daerah kami,” ungkap Darmadi  salah satu tokoh adat Dusun Wulung.


Kegiatan ritual tersebut dimulai dengan diadakannya Kirab pusaka diikuti seluruh warga setempat dengan membawa gunungan makanan jajanan dan gunungan sayuran serta nasi tumpeng . Diiringi gending jawa masyarakat Dusun Wulung berjalan mengkirab pusaka dan gunungan.

“Gunungan tersebut melambangkan simbol kemakmuran dan kejahteraan sebagai ungkapan rasa syukur kepada ALLAH SWT atas hasil panen bumi yang telah diberikan kepada masyarakat desa Soronalan,” imbuhnya.

Beberapa warga menggunakan kostum warog dan pakaian adat jawa mengkirab sebuah pusaka peninggalan KRT Suronolo.  “Pusaka tersebut berwujud keris yang diberi nama Keris Kyai Kenongo dan Kyai Upas Nogo Sewu,” ujarnya.

BACA JUGA : Berikut Hasil Study Perbedaan Pria dan Wanita soal Asmara

“Kedua pusaka tersebut sewu peninggalan KRT Suronolo putra dari Kubeng Suryo Alam atau Ki Ageng Putu dari Ponorogo, Jawa Timur,” paparnya.

Setelah dikirab sejauh 100 meter dilakukan proses ritual jamasan oleh tokoh adat setempat. Dan disimpan kembali ditempat penyimpanan khusus.

Sementara Camat Sawangan Wisnu Argo Budiono menambahkan bahwa  kegiatan ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang harus dilestarikan.

“Hal ini juga merupakan kearifan lokal dari masyarakat desa Soronalan, selain untuk prosesi syukuran juga untuk menarik para wisatawan berkunjung guna mendukung desa wisata,” pungkasnya. (bsn)

VIDEO :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: