Selamatan Iringi Penebangan Pohon Tua Keramat yang Timpa Warga di Kota Magelang

BNews—MAGELANG— Sebuah pohon beringin yang diduga berusia ratusan tahun di Kampung Beliksari, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang akhirnya ditebang. Sebelum ditebang, pohon besar yang dikeramatkan oleh warga setempat itu diawali dengan prosesi upacara ’slametan’ atau selamatan.

Pohon tersebut tidak ditebang habis. Hanya dipotong atau dipangkas cabang-cabangnya yang sudah terlihat lebar hingga mengancam sekitarnya. Maklum, beberapa waktu lalu, cabang dari pohon beringin itu patah hingga menimpa sebuah rumah milik Sudiyono, 55 tahun hingga rata dengan tanah.

Sudiyono dikabarkan selamat. Sedang putrinya, Fitri Agustina harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka di bagian kepala. Pascaperistiwa tersebut, warga memutuskan memangkas cabang-cabang pohon hingga gundul. Segala persiapan kemudian dilakukan dengan matang.

Sebelum melakukan pemotongan, warga terlebih dahulu melangsungkan rangkaian upacara. Mulai dari mujahadahan atau doa bersama pada Minggu malam (2/2) dilanjutkan selamatan Senin pagi (3/2) dengan menyajikan ’ingkungan’ atau ayam Jawa utuh yang dimasak kukus.

”(Slametan) biar selamat dan lancar saat pemangkasan dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Panitia Pemangkasan Pohon Beringin Muhamad Lukmanudin, Rabu (12/2).

DPD PKS Magelang Ramadhan
Baca juga: BRAKKKKK…Pohon Beringin Ratusan Tahun di Magelang Ambruk Timpa Lima Rumah Satu Luka-luka

Terang Lukman, pada akhir tahun 2015, warga setempat sempat memangkas pohon beringin tetapi tanpa didahului kegiatan slametan. Apesnya, malam usai menebang ranting, salah seorang warga mengaku mengalami hal mistis.

”Malamnya dimimpiin sosok misterius mirip kakek-kakek yang datang dengan wajah marah. Setelah bangun dan keluar rumah, dia melihat ranting beringin sebesar lengan orang dewasa di depan rumahnya,” terang dia. Imbuhnya, setelah kejadian tersebut tidak ada warga yang berani memotong hingga akhirnya tumbang.

Setelah peristiwa itu, warga mendatangkan ’orang pintar’ untuk meminta penghuni pohon tersebut agar tidak lagi menganggu. Lukman juga bercerita, sempat ada orang indigo yang menyebut bila pohon tersebut memang dihuni berbagai makhluk halus. Diantaranya genderowo, pocong, makhluk berwajah hancur hingga kuntilanak.

”Dan hantu kakek-kakek yang sempat datang di mimpi itu dianggap sesepuh karena memiliki energi yang paling kuat dari hantu-hantu di pohon tersebut,” ungkapnya.

Disinggung proses penggundulan pohon beringin yang besar dan rindang itu dibutuhkan waktu hingga sepuluh hari, yakni mulai tanggal 3 hingga 12 Februari. Warga enggan menebang habis lantaran kekurangan dana swadaya. Uang itu digunakan untuk biaya sewa dua orang yang bekerja memotong cabang dengan senso dan untuk biaya operasional lainnya.

”Biaya yang dikeluarkan lumayan, Rp 1 juta perhari dikalikan sepuluh hari,” ujarnya.

Selain terkendala biaya, warga khawatir bila pohon dipangkas habis maka mata air yang muncul dari sela-sela akar akan terhenti. Apalagi, bagi warga luar kampung tersebut, saat malam satu suro, mereka datang untuk mandi atau sekedar mengambi air menggunakan botol .

”Kalau dulu banyak sekali yang datang ke pohon tersebut untuk melakukan tapa brata atau mandi di mata air yang mucul dari sela-sela akar pohon keramat tersebut,” imbuh dia. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: