Mengaku Polisi, Pria Ini Peras Korban dengan Modus Sebarkan Video Senonoh

BNews—DEMAK—Seorang perempuan cantik berinisial IR, 30, asal Kabupaten Demak menjadi korban pemerasan oleh kekasih dunia maya bernama Irvan Arbianto, 34. Pelaku mengancam akan menyebarkan rekaman video porno korban bila tidak mau memberikan sejumlah uang.

Irvan yang merupakan warga Desa Muara Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau itu kenal hingga memacari korban berawal dari media sosial. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan berjanji menikahi korban.

Dilansir dari laman berita nasional, pengungkapan kasus bermula saat korban melapor ke polisi karena diperas hingga Rp 50 juta oleh korban. Setelah ditelusuri, polisi menemukan jejak pelaku yang saat itu, tengah mendekam di Lapas Kelas II B Bangkinang Riau, karena suatu kasus.

“Modusnya tersangka berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook dan mengaku sebagai anggota polisi. Kemudian menjalin hubungan asmara dan berjanji mau menikahinya,” terang Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo, kepada awak media, kemarin (24/5).

Korban yang mulai masuk dalam perangkap akhirnya mau untuk saling bertukar nomor ponsel WhatsApp. Komunikasi keduanya semakin instens, sampai korban rela video call dengan bertelanjang.

“Kemudian melakukan video call sampai korban membuka dan memperlihatkan alat kelaminnya. Diam-diam adegan tersebut direkam oleh tersangka tanpa sepengetahuan korban,” terang Agung.

Rekaman tersebut menjadi alat yang ampuh bagi pelaku untuk memeras korban. Pelaku mengancam akan menyebarkan rekaman video tersebut bila korban menolak memberikan sejumlah uang. Pada akhirnya, video tak senonoh itu tetap disebar melalui grup Facebook dan beberapa teman korban.

“Video tersebut sudah disebar tersangka di grup Facebook Berita Demak dan beberapa teman Facebook korban,” jelas dia.

Penangkapan pelaku dilakukan petugas Ditreskrimsus Polda Jateng setelah melakukan penyelidikan melalui media sosial Facebook yang dipakai tersangka Yonbrimob Gegana (Apek). Diketahui, pelaku berada di dalam Lapas Kelas II B Bangkinang Kabupaten Kampar Riau dan bebas pada 6 Mei 2019.

Tak ingin buruannya kabur, polisi langsung membekuk tersangka yang baru keluar dari penjara. Pelaku langsung dibawa polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (internet/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: