Mengapa Suara Kentut Berbeda-beda? Ternyata Ini Penyebabnya

BNews—KESEHATAN— Manusia pasti kentut dan rata-rata orang kentut sekitar 14 kali sehari dengan volume rata-rata setengah liter gas per hari. Suara kentut yang kamu hasilkan pun bisa berbeda-beda.

Ada saatnya suara kentut keluar tanpa suara atau cukup halus. Ada juga saat di mana suara kentut cukup nyaring hingga orang lain bisa mendengarnya.

Lantas, mengapa suara kentut masing-masing orang di masing-masing kesempatan bisa berbeda-beda? Dan apakah ada yang bisa dilakukan untuk membuat kentut yang keras berubah menjadi kentut lebih halus dan tak bersuara?

Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Pertama-tama, kentut bergantung pada banyak variabel, termasuk apa yang kamu makan, minum, dan gerakan tubuh saat gas keluar. Saat makanan dicerna, gas termasuk karbon dioksida, metana, dan hidrogen menumpuk di dalam usus dan mereka mencari jalan keluar.

Usus berkontraksi dan memindahkan isinya termasuk gas melalui peristaltik atau kontraksi yang memindahkan limbah melalui saluran pencernaan menuju anus. Gelembung-gelembung gas kecil berkumpul menjadi gelembung-gelembung gas yang lebih besar dalam perjalanan menuju keluar. Ketika tubuh mengeluarkan gas-gas itulah yang disebut kentut.

Suara kentut akan bergantung pada getaran yang dihasilkan saat gas keluar dari saluran anus Selain itu, suara kentut juga tidak ada hubungannya dengan besar atau tidaknya bokong seseorang.  Suara kentut sangat banyak dibentuk oleh kecepatan pengusirannya serta bentuk dan ukuran pembukaan sfingter anal pada saat lewat.

Jika dibandingkan dengan alat musik, maka semakin kecil ukuran titik keluar, semakin tinggi nadanya dan mungkin akan semakin melengking. Sementara itu, semakin besar bukaan saat kentut, maka semakin rendah suaranya.

Kemungkinan ada banyak faktor yang menentukan ukuran anus secara umum pada saat kentut. Kamu pun dapat memanipulasi suara kentut dengan mengendurkan dan mengencangkan sfingter ani eksternus dan diafragma untuk mengubah volume dan durasi suara kentut.

Selain itu, kentut terutama yang didorong dari pencernaan dan fermentasi bakteri, volume dan suaranya akan cenderung lebih kecil, tetapi lebih bau. Dalam kebanyakan kasus, bagaimana pun suara kentut, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun ada kalanya, kentut mungkin menandakan masalah medis tertentu.

Fakta Lain Tentang Kentut Manusia

Berikut ini beberapa fakta menarik lainnya dari kentut yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya:

  1. Hanya 1 persen dari kentut yang benar-benar berbau, karena 99 persen dari kentut itu adalah gas yang tidak berbau, seperti karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, oksigen, dan metana. Bau kentut berasal dari 1 persen hidrogen sulfida.
  2. Bau kentut wanita lebih buruk daripada pria karena kentut wanita secara konsisten mengandung konsentrasi hidrogen sulfida yang jauh lebih besar.
  3. Meski jarang, tetapi kentut bisa membuat ledakan karena ada dua bahan kimia dalam kentut, yakni metana dan hidrogen yang mudah terbakar.
  4. Kentut tergolong sangat cepat dan kecepatan mereka bisa mencapai 3,05 meter per detik.
  5. Vegetarian kentut lebih banyak daripada non-vegetarian, ini karena kacang yang mereka makan. Kacang mengandung karbohidrat yang terbuat dari molekul yang terlalu besar untuk diserap di usus kecil kita selama pencernaan sehingga masuk ke usus besar masih utuh. Hal ini menyebabkan peningkatan bakteri tertentu di usus bagian bawah untuk memecah kacang, yang menghasilkan sejumlah besar gas hidrogen, nitrogen, dan karbon dioksida. Namun, ini bukan berarti kentut mereka lebih bau.
  6. Menahan kentut sebenarnya tidak berbahaya, sebab cepat atau lambat tubuh akan mengeluarkan udara itu. (*)

Sumber: halodoc

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: