Mengenal Burung Merpati Bernama “Rampok” yang Dibeli Seharga Rp 2 Miliar

BNews–JATENG– Beberapa waktu belakangan ini, dunia penggemar burung merpati dihebohkan dengan kabar yang mengejutkan. Pasalnya seekor burung merpati ini terbeli dengan harga Rp 2 Miliar.

Burung Merpati tersebut diketahui bernama Rampok. Saat ini, burung tersebut berada  di Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

Salah satu orang yang turut membeli Rampok adalah Yunius Martin 41, warga Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Burung merpati balap kolongan atau yang lebih dikenal sebagai merpati kolongan itu dibeli secara berpatungan oleh Yunius dan dua pencinta merpati lain.

Yunius membeli merpati itu dari seorang peternak merpati asal Bekasi, Jawa Barat. Pembelian dilakukan dua pekan lalu.

Sejak saat itu, Rampok diboyong ke tempat budidaya merpati kolong milik Yunius di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Dalam perlombaan balap kolong, para merpati akan dilepaskan di area yang berjarak 500-1.000 meter dari kolong atau kandangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Merpati yang paling cepat sampai di kolongnya dianggap menang. Agar bisa mengetahui letak kolong, sang joki biasanya memancing merpati yang sedang bertanding dengan merpati pasangannya.

Selain kecepatan, ada sejumlah aspek yang memengaruhi penilaian dalam lomba itu, seperti akurasi kolong dan keahlian terbang merpati saat menuju ke kolongnya.

Tak jarang, ada merpati yang salah masuk kolong. Ada juga merpati yang terbang dan sampai ke kolongnya tetapi tidak dengan gaya terbang yang indah.

Rampok yang saat ini berumur 30 bulan tersebut sudah ribuan kali mengikuti pertandingan di beberapa daerah. Mulai dari Pekalongan, Brebes, Bekasi, Serang, dan sejumlah daerah di Lampung.

Perlu diketahui, Rampok dibeli oleh Yunius dan dua temannya secara patungan. Sebelumnya, Rampok dipunyai seorang dari Bekasi, Jawa Barat, bernama Roni.

 “Rampok banderolnya sangat fantastis ya. Awal ditawar Rp 1,7 miliar tidak dilepas oleh pemiliknya, Pak Haji Roni di Bekasi,” ujarnya Yunius, dikutip Kompas.

Beberapa hari kemudian, Roni dan pembeli Rampok bersepakat di angka Rp 2 miliar. “Kemudian selang beberapa hari kemudian terjadi deal yang pemiliknya waktu itu kukuh minta Rampok di harga Rp 2 miliar,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurut Yunius, Rampok merupakan burung yang pandai. “Kepandaian yang setingkat Rampok belum ada.  Dan pemilik awalnya sangat mencintai Rampok sehingga memberikan harga fantastis,” tuturnya.

Selain pandai, burung berusia sekitar 2,5 tahun itu juga disebut memiliki mental juara.

Yunius menjelaskan, dalam setiap perlombaan merpati kolong di tingkat lokal hingga nasional, Rampok selalu mendapat juara. “Rampok istimewanya dia mau dibawa ke mana-mana dan selalu juara. Kalau kualitas atau kecepatannya mungkin masih banyak burung lain yang lebih cepat,” terang Yunius.

Ia menyebutkan, Rampok bahkan pernah mengungguli Jaguar dalam peringkat juara. Rampok tampil sebagai juara kedua; sedangkan Jaguar juara keempat. Untuk diketahui, Jaguar merupakan burung merpati kolong yang harganya juga fantastis. Pemiliknya melepas Jaguar seharga Rp 1,5 miliar.

“Rampok prestasinya di mana tempat selalu juara, termasuk di Jakarta. Kemudian bermain di Pekalongan, waktu itu bisa meraih juara 2 mengungguli Jaguar, dan lanjut di Semarang Rampok pernah Juara 1,” ungkap Yunius.

 Yunius menjelaskan, dalam merawat dan menjadi joki Rampok, dirinya tidak memperlakuakn Rampok secara khusus. Di sisi lain, ia juga tidak mau terpaut dengan nilai Rampok yang fantastis.

“Saya yang merawat dan sebagai joki tidak boleh fokus ke nilainya. Karena akan mengganggu konsentrasi saya. Maka saya menganggap Rampok sama dengan burung yang lain,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: